Kartun: Waspada Takjil Abal-abal

Momen Ramadan dimanfaatkan sejumlah pedagang nakal untuk berlaku curang dengan menambahkan bahan pengawet dan pewarna buatan.

oleh Ahmad ApriyonoDiterbitkan 08 Juni 2016, 15:00 WIB
Kartun karya GM Hadiprasetyawan

Liputan6.com, Jakarta Momen Ramadan dimanfaatkan sejumlah pedagang nakal untuk berlaku curang dengan menambahkan bahan pengawet dan pewarna buatan ke dalam dagangan mereka. Seperti diberitakan Liputan6.com, sejumlah makanan takjil yang ada di sejumlah pasar tradisional dan waralaba di Kota Serang, Banten, ternyata mengandung zat pewarna berbahaya. Setidaknya terdapat 15 jenis makanan yang mengandung zat berbahaya, seperti formalin, boraks, rhodamin B, methanil yellow. Bahkan, ditemukan sejumlah makanan yang sudah kedaluwarsa, tapi tetap beredar di pasaran.

Baca: Makanan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya Ditemukan di Serang

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya