Ketika Bau Tak Sedap Warnai Kunjungan Ketua DPR di Pasar Cibitung

Ade Komarudin beberapa ‎kali bersin dan menutup hidungnya, karena bau aroma tak sedap yang sangat menyengat.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 07 Jun 2016, 05:00 WIB
Ketua DPR RI Ade Komarudin mengunjungi Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR Ade Komaruddin didampingi Wakil Ketua DPR Agus Hermanto Senin siang mengunjungi Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kehadiran kedua pimpinan DPR itu menyita perhatian para pedagang. Warga antusias, ingin melihat lebih dekat orang nomor satu di parlemen tersebut, saat menanyakan harga bahan pokok saat Ramadan.

Beberapa pedagang berteriak memanggil-manggil Ade Komaruddin, yang didampingi Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin.

Di balik antusiasme warga, Pasar Induk Cibitung menyisakan kegundahan. Betapa tidak, pasar ini kotor dan becek. Sampah menumpuk di mana-mana.

Bahkan, Ade Komarudin beberapa ‎kali bersin dan menutup hidungnya, karena bau aroma tak sedap yang sangat menyengat.

Padahal, sejatinya pasar induk menjadi pasar utama, kebanggaan warga yang menyediakan sembilan bahan pokok itu.

"Wah, ini kalau hujan sedikit saja sudah banjir, baunya dah. Udah lama begini, bau sampah dan becek enggak diurus," keluh beberapa pedagang, Senin 6 Juni 2016.


Para pedagang mengaku sudah sering mengeluhkan kepada pengelola pasar, untuk mencari solusi agar‎ keadaan Pasar Induk Cibitung tidak kumuh.

Selain di Pasar Induk Cibitung, Pasar Tambun yang berada tak jauh dari pasar ini juga mengalami kondisi serupa. Pusat penjualan daging di Kabupaten Bekasi ini juga kondisinya becek dan bau.

Sementara, Bupati Bekasi Neneg Hassanah Yasin mengakui, kedua pasar tersebut bau dan kurang terurus.

Karena itu, Neneng sudah merencanakan revita‎lisasi dua pasar yang kumuh tersebut. Menurut dia, Pasar Cibitung yang kerap dilanda banjir kala hujan, karena pasar tersebut lebih rendah dari jalan.

"Memang pada dasarnya‎ memang pasar tersebut kita akan revitalisasi, sekitar tahun depan insyaallah siapkan untuk tender dan sebagainya," kata dia.

"Karena kan memang pasar ini dulu kan jalanan depannya belum dicor, sekarang dicor. Jadi otomatis jalan itu lebih tinggi dari pasar itu sendiri, maka setiap hujan pasti banjir," sambung Neneng.

Neneng mengatakan, ‎kumuhnya pasar tersebut karena pihak pedagang juga kontraknya akan habis dalam waktu yang tidak lama lagi. Untuk itu, revitalisasi dua pasar ini segera dilakukan.

"Dalam waktu dekat kita akan revitalisasi, memang kontraknya juga hampir akan habis, revitalisasi termasuk sampahnya juga yang membuat bau," kata dia.

Neneng menyebutkan, pihaknya mendapatkan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerla (ESDM), dan akan mengelola limbah sampah ‎menjadi tenaga listrik di Kabupaten Bekasi, termasuk sampah pasar.

"Kita dapat bantuan dari Kemeterian ESDM akan mengelola sampah menjadi listirk di Burangkeng.
Jadi ke depan tahun ini kita anggarkan dan dapat bantuan dari ESDM, lalu mesinnya sudah siap tahun ini kendalikan sampah yang ada," Neneng menadaskan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya