5 Kiper Terbaik Eropa Musim 2015/2016

Gianluigi Buffon membuktikan bahwa usia bukan halangan seorang kiper.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 02 Juni 2016, 19:21 WIB
Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak. (JAVIER SORIANO / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Terkadang, kemenangan sebuah tim bisa didapatkan jika memiliki penyerang yang bagus. Namun, penjaga gawang juga menjadi sosok sentral dalam sebuah kesuksesan tim. Tak heran jika semua tim berlomba-lomba untuk mendapatkan kiper terbaik.

Posisi kiper adalah yang paling spesial dari semua posisi di lapangan. Mereka pun memiliki hak istimewa untuk menyentuh bola dengan semua bagian tubuh mereka asal itu dilakukan di dalam kotak penalti. Mereka juga mendapat perlindungan khusus dari wasit. Sedikit saja menyenggol kiper, wasit akan meniup peluit tanda adanya pelanggaran.

Memiliki kiper hebat tentu menjadi impian semua tim. Beberapa klub top Eropa cukup beruntung karena memiliki kiper yang sesuai ekspektasi mereka. Bahkan, bisa dibilang para penjaga gawang tersebut salah satu penentu kesuksean tim sepanjang musim.

Baca Juga

  • Lorenzo Tak Sabar Tampil di MotoGP Catalunya
  • Ini Alasan Rashford Dibawa ke Piala Eropa
  • Profil Tim Piala Eropa: Inggris

Seperti dilansir Sportskeeda, ada lima penjaga gawang yang penampilannya di musim 2015/2016 layak mendapat sorotan positif. Berikut daftar lima kiper yang dinilai tampil sangat baik sepanjang musim 2015/2016:


1. Gianluigi Buffon (Juventus)

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon. (Reuters/Gio)

1. Gianluigi Buffon (Juventus)

Sejak direkrut dari Parma pada musim panas 2001 dengan mahar 49,2 juta euro, Buffon langsung menjadi sosok yang tak tergantikan di bawah mistar gawang Juventus. Pelatih boleh datang dan pergi. Namun, urusan posisi kiper, Buffon tak pernah tersisih.

Meski usianya sudah 38 tahun, terbukti Buffon masih menjadi pilihan utama pelatih Massimiliano Allegri. Bersama I Bianconeri, ia sudah tampil dalam 579 pertandingan.

Ia pun berandil penting dalam sukses Juve mengoleksi tujuh gelar Serie A, dua Coppa Italia, dan lima Piala Super Italia. Tak heran jika ia mendapatkan julukan Superman. Bahkan, ia juga memegang rekor tanpa kebobolan terlama di Serie A (973 menit).

Laga: 44
Kebobolan: 26
Clean Sheet: 25
Saves (Liga+Liga Champions): 85
Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 3,27
Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 1/2
Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 78,5%


2. Manuel Neuer (Bayern Muenchen)

Kiper Bayern Muenchen Manuel Neuer. (Reuters)

2. Manuel Neuer (Bayern Muenchen)

Banyak yang meragukan kemampuan Neuer sebagai seorang kiper. Pasalnya, ia memperkuat sebuah tim yang jarang mendapatkan tekanan, yakni Muenchen. Alhasil, Neuer pun lebih sering terlihat menganggur dalam sebuah pertandingan.

Penilaian itu mungkin benar, tapi juga bisa salah. Sebab, kiper berusia 30 itu membuktikan ia mampu menciptakan penyelamatan-penyelamatan mengesankan saat penyerang lawan mendapatkan peluang mencetak gol.

Tak heran jika namanya masuk dalam daftar kiper terbaik musim 2015/2016. Dari 49 penampilan, Neuer mampu mencetak 27 clean sheet. Selama di Muenchen, Neuer sudah mengoleksi empat gelar Bundesliga, tiga DFB Pokal, satu Piala Super Jerman, satu Liga Champions, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Laga: 49
Kebobolan: 29
Clean Sheet: 27
Saves (Liga+Liga Champions): 67
Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 2,48
Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 1/1
Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 83,5%

Lanjut Baca:

3. David De Gea (Manchester United)Muda dan berbakat. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan De Gea. Di usianya yang masih 25 tahun, De Gea sudah menunjukkan tingkat kematangan yang mumpuni. MU pun cukup beruntung bisa meminangnya dari Atletico Madrid di musim panas 2011.Di musim 2015/2016, ia memang kebobolan hingga 48 gol dari 49 laga. Namun, ia tetap mampu menciptakan 19 clean sheet. Itu yang membuatnya tetap masuk dalam daftar kiper terbaik musim 2015/2016.Kini, De Gea tengah diisukan akan segera angkat kaki dari Old Trafford. Kegagalan MU tampil di Liga Champions 2016/2017 diyakini menjadi alasannya. Jika itu terjadi, besar kemungkinan tujuan De Gea adalah Real Madrid.Laga: 49Kebobolan: 48Clean Sheet: 19Saves (Liga+Liga Champions): 100Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 2,38Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 0/4Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 71%

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya