Liputan6.com, Medan: Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Rakyat menduduki dan mengobrak-abrik Kantor Pertamina Unit Pemasaran Medan, Sumatra Utara, Kamis (6/12). Para demonstran menuntut Pertamina segera membubarkan Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (HPMG). HPMG dinilai kerap menimbun bahan bakar minyak sehingga kelangkaan minyak tanah terjadi di beberapa daerah di Sumut.
Selain itu, para demonstran juga menyoroti lemahnya pengawasan Pertamina dalam pendistribusian BBM jenis minyak tanah, solar, dan premium. Akibatnya, harga eceran minyak tanah di Sumut jadi melambung hingga Rp 1.500 per liter. Padahal, harga resmi yang dipatok pemerintah hanya Rp 550 per liter.
Menanggapi tuntutan itu, General Manager Pemasaran Pertamina Tjandra Putri Kelana berjanji segera menindak dan mencabut izin usaha 15 agen yang menimbun minyak tanah. Tapi, ia pun menjelaskan, selama ini pasokan BBM ke Sumut sudah mencukupi. Menurut Tjandra, dalam sebulan Pertamina memasok 73.384 kiloliter solar, 25.724 kiloliter premium, dan 70.256 kiloliter minyak tanah ke Sumut.(ICH/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)
Selain itu, para demonstran juga menyoroti lemahnya pengawasan Pertamina dalam pendistribusian BBM jenis minyak tanah, solar, dan premium. Akibatnya, harga eceran minyak tanah di Sumut jadi melambung hingga Rp 1.500 per liter. Padahal, harga resmi yang dipatok pemerintah hanya Rp 550 per liter.
Menanggapi tuntutan itu, General Manager Pemasaran Pertamina Tjandra Putri Kelana berjanji segera menindak dan mencabut izin usaha 15 agen yang menimbun minyak tanah. Tapi, ia pun menjelaskan, selama ini pasokan BBM ke Sumut sudah mencukupi. Menurut Tjandra, dalam sebulan Pertamina memasok 73.384 kiloliter solar, 25.724 kiloliter premium, dan 70.256 kiloliter minyak tanah ke Sumut.(ICH/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)