Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana menerapkan 3 in 1 di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Namun peraturan ini hanya diterapkan pada pukul 16.30 WIB hingga 20.00 WIB.
"3 in 1 kita terapkan khusus yang malam. Semua pulang kerja, gara-gara enggak ada 3 in 1 langsung pulang bareng, keluarnya bareng. Jadi kita akan berlakukan 3 in 1 yang sore," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (3/5/2016) malam.
Menurut Ahok, penghapusan 3 in 1 pada pagi hari dianggap masih diperlukan. Namun langkah itu dinilainya tidak memiliki dampak yang terlalu signifikan.
Baca Juga
- Ahok: Kelanjutan 3 in 1 Tergantung Polda Metro Jaya
- Tanpa 3 in 1, Kemacetan di Semanggi Melonjak 65 Persen
- Ahok Soal 3 In 1: Jangan karena Ingin Cepat, Anak Dieksploitasi
Advertisement
"Pagi hilang karena efeknya enggak terlalu banyak, malah lebih lancar. Yang malam agak berat keluar dari kantor," ucap Ahok.
Rencananya, penerapan kembali 3 in 1 pada sore hari akan dilaksanakan seusai masa uji coba penghapusan 3 in 1 pada 15 Mei mendatang.
"Jadi habis tanggal 15 ini, enggak ada perpanjangan lagi. Akan langsung seperti itu. Jadi kalau ada joki gampang nangkapnya.
Hasil sementara uji coba 3 in 1 pada 11,12 dan 18 April 2016, waktu perjalanan menunjukkan pagi hari relatif lebih lancar dibanding sore untuk arah Bundaran HI-Bundaran Senayan.
Guna mengatasi bertambahnya volume kendaraan akibat penghapusan 3 in 1, Pemprov DKI berencana menghapus jalur lambat untuk pelebaran trotoar yang secara otomatis memperluas pembatasan jalur motor.
"Pembatasan motor tunggu pelebaran trotoar," ucap Ahok.