50 UMKM Cirebon Jabar Ikut Pelatihan dan Sertifikasi, Tingkatkan Standar Keamanan Pangan

Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengikuti pelatihan dan sertifikasi terkait keamanan pangan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 12 November 2025, 22:25 WIB
50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengikuti pelatihan dan sertifikasi terkait keamanan pangan. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengikuti pelatihan dan sertifikasi terkait keamanan pangan yang berlangsung pada 9–11 November 2025.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peningkatan kompetensi pelaku UMKM agar produk pangan yang dihasilkan dapat memenuhi standar mutu, aman, dan layak konsumsi.

Menurut Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan, selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari skema sertifikasi, unit kompetensi, simulasi, studi kasus, formulir portofolio, verifikasi dokumen pendukung, dan konsultasi bersama asesor.

"Sedangkan, untuk tahapan akhir dari pelatihan tersebut ditutup dengan uji kompetensi BNSP yang meliputi observasi, wawancara, simulasi, serta verifikasi portofolio," ujar Alex, melalui keterangan tertulis, Rabu (12/11/2025).

Dia menilai, pelatihan dan sertifikasi BNSP ini sangat relevan dengan kebutuhan penguatan sektor UMKM di daerah.

Melalui sertifikasi BNSP, kata Alex, nantinya standar kompetensi pelaku UMKM akan meningkat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

"UMKM merupakan pilar utama ekonomi kerakyatan. Saat ini kami sedang menyusun Perda Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon untuk pertama kalinya, yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan seluruh unsur pentahelix," papar dia.

Selain itu, para peserta juga diberikan pelatihan dapur (kitchen practice) bersama Chef Pardin, dari Patra Cirebon Hotel & Convention mengenai pengolahan makanan higienis, teknik penyajian, dan penerapan prinsip dasar keamanan pangan di dapur produksi.

 

Pentingnya Jaga Kebersihan

Sedangkan, menurut Alex, untuk pengembangan bisnis digital, mereka juga dibekali materi yang meliputi strategi pemasaran online, branding produk lokal, dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.

"Melalui pendekatan ini, program diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman peserta terhadap prinsip keamanan pangan, tetapi juga mendorong inovasi dan digitalisasi usaha agar UMKM semakin berdaya saing dan berkelanjutan," ucap dia.

"Jika kegiatan merupakan hasil kolaborasi antara PT Patra Jasa dan Business Development Service (BDS) Kabupaten Cirebon dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BNSP," tandas Alex.

Sementara itu, General Manager Patra Cirebon Hotel & Convention I Gusti Made Juniarta menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas pelaku UMKM di daerah.

Menurutnya, hal tersebut bagian dari kontribusi nyata, terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang ketenagakerjaan, pemberdayaan ekonomi, dan ketahanan pangan.

"Upaya peningkatan kompetensi ini mendorong pelaku UMKM agar memiliki sertifikasi profesi sesuai standar nasional, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," kata Juniarta.

Ia juga berharap, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan mengenai kesadaran pentingnya menjaga kebersihan, mutu, dan keberlanjutan dalam proses produksi.

"Sehingga ke depannya, semakin banyak pelaku UMKM yang tumbuh dan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat," tutup Juniarta.

Infografis Ragam Tanggapan Pasar Tanah Abang dan Produk UMKM Tergerus Lapak Online. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya