Liputan6.com, Manchester - Manchester United dan Liverpool adalah rival abadi. Kedua klub tak hanya bersaing dalam urusan meraih gelar domestik atau Eropa, melainkan juga soal pemain.
Di setiap bursa transfer, keduanya bersaing untuk mendapatkan pemain berkualitas. Tak jarang, keduanya harus merogoh kocek dalam jika ingin mengalahkan satu sama lain dalam berburu pemain.
Baca Juga
- Jadwal Pertandingan Sepak Bola Jumat 29 April 2016
- Jelang Duel, Sriwijaya FC Punya Cara Matikan Persib
- Madrid Imbang di Markas City, Ronaldo: Saya Bakal Tampil Jika...
Advertisement
Bagi para pemain yang dilirik, memilih MU atau Liverpool bukan perkara mudah. Jika salah, karier mereka bisa terancam. Maklum, di klub besar, persaingan antar pemain sangat ketat.
Namun demikian, keputusan pun akhirnya harus diambil. Ada yang akhirnya memilih Liverpool, ada juga yang tak ragu memilih Manchester United.
Alasan pilihan itu pun beragam. Bagi pemain tertentu, Liverpool mungkin lebih menarik. Sementara bagi pemain yang lain, Manchester United adalah klub impian.
Melansir Footy Jokes, berikut daftar 5 pemain yang lebih memilih Manchester United ketimbang Liverpool.
Memphis Depay
Sebelum bergabung dengan Manchester United pada awal musim ini, Memphis Depay juga digosipkan menarik minat Liverpool.
Dikutip dari Daily Mail, Mei 2015, Depay sendiri mengakui ada ketertarikan dari klub lain. Disinyalir, klub yang dimaksud adalah Liverpool.
Depay mengungkapkan, reputasi Manchester United menjadi alasan dirinya ogah bergabung ke Liverpool. "Bagi saya, Manchester United adalah tim impian. Jadi, saya tidak perlu diyakinkan siapapun untuk bergabung dengan MU," ujar Depay.
Sayangnya, keputusan Depay bergabung dengan MU boleh dibilang blunder. Hingga kini, mantan pemain PSV Eindhoven itu belum membuktikan tajinya bersama Setan Merah.
Jaap Stam
Jauh sebelum Depay, ada Jaap Stam yang juga hijrah dari PSV Eindhoven ke Manchester United. Stam bergabung dengan Setan Merah di awal musim 1998.
Kabarnya ketika itu, Stam juga menarik minat Liverpool. Namun Manchester United memenangi persaingan dengan The Reds setelah membayar mahar senilai 10,6 juta pound sterling pada PSV. Pada 1998, jumlah itu menjadikan Stam bek Belanda termahal sepanjang sejarah.
Meski hanya tiga musim di Manchester United, Stam boleh dibilang cukup sukses. Dia meraih 3 titel juara Liga Inggris, 1 trofi Piala FA, 1 trofi Liga Champions, dan 1 trofi Piala Interkontinental.
Stam sendiri lalu dijual ke Lazio pada awal musim 2001/02. Sir Alex Ferguson saat itu mengakui penjualan Stam adalah sebuah kesalahan.