FBI Bayar Hacker Profesional untuk Bobol iPhone 5c?

Para hacker ini merupakan ahli keamanan khusus penyedia software, perangkat, dan layanan untuk mencari kerentanan sebuah sistem

oleh Agustinus Mario Damar diperbarui 16 Apr 2016, 08:09 WIB
Sungguh ironis, sebab di awal kehadiran iPhone 5C, Apple tampak sangat optimis handset 'murah' perdananya itu akan mendapat sambutan baik.

Liputan6.com, Jakarta - Kisruh antara FBI dan iPhone akhirnya menemui titik terang. FBI memastikan telah berhasil menembus keamanan iPhone milik pelaku penembakan San Bernardino.

Ternyata FBI tak sendirian dalam upaya membuka akses dari perangkat besutan Apple tersebut. Berdasarkan laporan Washington Post, FBI secara khusus menyewa hacker (peretas) profesional untuk membuka akses iPhone 5c.

Mengutip informasi dari laman The Guardian, Sabtu (16/4/2016), peretas yang disewa FBI merupakan ahli keamanan khusus penyedia software, perangkat, dan layanan untuk mencari kerentanan sebuah sistem. Setelah itu, kelompok tersebut akan membuat bug khusus yang dijual pada pemerintah dan pihak ketiga lainnya.

Namun, bug keamanan ini nyatanya belum diungkapkan ke Apple selaku pembesut iPhone yang telah dibongkar. Menurut informasi, hal itu disebabkan kelompok hacker tersebut hanya menjalankan tugasnya untuk menembus keamanan perangkat dan tak ada permintaan lain.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga belum memutuskan untuk memberi tahu Apple mengenai celah keamanan yang ditemukan di perangkatnya. Beberapa analis memperkirakan ini adalah salah satu cara pemerintah untuk memaksa Apple membuka informasi ketika ditemukan kasus serupa lainnya.

FBI juga memastikan proses peretasan ini hanya dapat dilakukan pada seri iPhone 5c--iPhone milik pelaku San Bernardino--berikut seri di bawahnya. Karena itu, hingga saat ini belum ditemukan cara untuk membobol keamanan di seri iPhone terbaru, seperti 5s, 6, dan 6s.

Kisruh antara FBI dan Apple memang tengah menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir, setelah perusahaan tersebut menolak permintaan FBI untuk membuka akses iPhone dari pelaku penembakan San Bernadino. Apple beralasan pembukaan sistem yang dilakukan dapat mengancam keamanan pengguna lainnya.

(Dam/Why)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya