Studi: Orang Kaya Hidup 15 Tahun Lebih Lama

Pria dan wanita kaya cenderung hidup lebih lama dibandingkan dengan yang miskin.

oleh Nurseffi Dwi WahyuniDiterbitkan 12 April 2016, 20:09 WIB
Di Inggris, pengemudi berusia 70 ke atas mencapai 4,3 juta orang. Meskipun memiliki masalah sendiri, tetapi mereka tidaklah berbahaya (Foto: Dailymail).

Liputan6.com, Jakarta - Menurut penelitian yang dilakukan oleh Profesor Ekonomi Stanford, pria kaya memiliki kemungkinan untuk hidup hingga berumur 87,3 tahun. Usia ini terhitung 15 tahun lebih lama dibandingkan mereka yang hidup miskin.

Sementara itu, wanita terkaya memiliki ekspetasi hidup selama 89 tahun. Usia ini termasuk lebih lama daripada wanita miskin.

Melansir dari gantdaily.com, Selasa (12/4/2016), terdapat data lainnya yang berfokus mengenai kehidupan orang miskin. Wanita miskin hidup enam tahun lebih lama dibandingkan pria. Tapi wanita kaya hidup hanya 1,5 tahun lebih lama daripada pria kayanya.

 

Baca Juga

  • Ini Daftar 25 Negara Termiskin di Dunia
  • 4 Presiden Amerika Termiskin Sepanjang Sejarah
  • Bos Pertamina Rutin Minta Surat Miskin Demi Bisa Sekolah

Para peneliti menekankan besarnya pendapatan bukanlah penyebab dari masa hidup yang lebih lama. Umur yang panjang lebih berkorelasi dengan faktor-faktor seperti perbedaan pendidikan, kesehatan maupun gaya hidup antara orang kaya dan miskin.

Kesenjangan antara orang kaya dan miskin telah melebar dalam beberapa tahun terakhir. Antara tahun 2001 dan 2014, mereka yang berada di atas lima persen memperoleh paling tidak tiga tahun tambahan usia hidup. Namun, mereka yang di bawah lima persen tidak memiliki penambahan rentang waktu hidup.

Usia hidup orang miskin sangat bergantung pada tempat tinggal mereka. Kemudian hal ini tidak berkorelasi signifikan dengan kualitas atau kuantitas perawatan medis, ketidaksetaraan pendapatan, segregasi perumahan ataupun tingkat pengangguran.

Orang yang masuk kelompok menengah ke bawah di Amerika juga cenderung hidup lebih lama, hal ini dikarenakan pola hidup sehat yang mereka jalani.

Hal yang sama juga terjadi di kota-kota yang makmur dengan penduduk yang berpendidikan tinggi dan tunjangan pemerintah yang besar, seperti New York dan San Francisco. (Shabrina Aulia Rahmah/Ndw)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya