Jembatan Watdek di Tual Sudah Bisa Dilalui

Sasi adat yang dipasang di atas jembatan dibuka. Sebelumnya, pemda, tokoh adat, dan tokoh pemuda setempat sepakat, untuk mencabut kembali gelar adat tertinggi untuk David Tjio.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Oktober 2009, 12:17 WIB
Liputan6.com, Tual: Sasi atau larangan adat yang dipasang di atas Jembatan Watdek, jalan utama yang menghubungkan Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Maluku, akhirnya dibuka, Senin (19/10) malam. Hal itu dilakukan setelah pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh pemuda setempat sepakat, untuk mencabut kembali gelar adat tertinggi untuk David Tjio.

Sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Bupati Malra Andreas Rentanubun bersama rombongan mendatangi lokasi Jembatan Watdek. Setelah itu, mereka menggelar upacara pelepasan sasi adat, dan disaksikan oleh ribuan warga Kota Tual dan Malra . Ratusan polisi berjaga-jaga di sekitar lokasi upacara.

David Tjio merupakan pengusaha perikanan di Kabupaten Malra dan baru dikukuhkan sebagai Dir U Ham Wang yang berarti raja tertinggi. Gelar itu dicabut menyusul protes dari ribuan warga, yang sempat memblokade jembatan sejak Sabtu lalu. [baca: Warga Tual Terus Tuntut Pencabutan Gelar Adat].

Kini, kendaraan sudah bisah lewat dan lalu lalang di atas Jembatan Watdek.(TES/SHA)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya