6 Monumen Batu Paling Fantastis di Dunia

Hoodoos merupakan monumen bebatuan yang terbentuk akibat akumulasi cuaca ekstrem di suatu wilayah.

oleh Ahmad ApriyonoDiterbitkan 05 April 2016, 06:31 WIB
foto: weather

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat ilmiah mengenalnya dengan nama “Hoodoos”, yaitu puncak-puncak bebatuan yang terbentuk oleh akumulasi cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem ini mengubah bentuk gurun dalam ribuan tahun menjadi lanskap bebatuan mirip cerobong asap. Memiliki tinggi serupa bangunan 10 lantai, Hoodos menjadi keajaiban yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Baca Juga

  • Reruntuhan Kuno yang Jadi Destinasi Wisata Populer di Dunia
  • 3 Tujuan Wisata Misterius dan Tersembunyi di Dunia
  • Melongok Kemegahan Pagoda Terbesar di Indonesia

Seperti dilansir dari weather, Senin (4/4/2016), berikut 6 menara batu paling menawan yang tersebar di berbagau belahan dunia.

Bryce Canyon National Park, AS

foto: weather

Hoodoos banyak ditemukan di Amerika Serikat, salah satunya yang ditemukan di Bryce Canyon National Park. Menurut yang tertulis dalam weather, Hoodoos di kawasan ini terbentuk dari dua proses pelapukan. Di musim dingin, salju mencair dan merembes di celah-celah batudan membeku di malam hari. Dengan lebih dari 200 siklus pembekuan dan pencairan tiap tahun, Bryce Canyon National Park menjadi kawasan yang memiliki Hoodoos terbesar di dunia dan menjadi destinasi wisata andalan di Amerika Serikat.

Grans Staircase-Escalante National Monumen, AS

foto: weather

Dibentuk oleh angin dan erosi hujan, Hoodoos di kawasan ini berbentuk unik dan berbeda dengan yang lain. Terbentuk selama 100 juta tahun yang lalu, Grans Staircase-Escalante National Monumen terbentuk dari bebatuan pasir yang lembut. Wisatawan yang berkunjung diminta untuk menjaga jarak dari dari bebatuan. Bahkan mereka dilaran untuk menyentuhnya agar tidak jatuh.

Bisti, New Mexico

foto: weather

Bisti dahulu merupakan delta sungai yang terletak sebelah barat lautan, yang menutupi sebagian besar New Mexico selama 70 tahun yang lalu. Air perlahan surut dan akhirnya menghilang, meninggalkan lapisan berupa batu pasir dan batu bara yang memiliki ketebalan hingga 1.400. setelah zaman es berakhir, bebatuan muncul dan membentuk Hoodoos fantastis seperti yang dapat terlihat saat ini.

Goreme Valley dan Cappadocia, Turki

foto: weather

Jauh dari pusat kota Turki, daerah bersejarah Cappadocia, menyimpan keunikan yang tidak dimiliki banyak negara. Terbentuk akibat hujan dan angin, Hoodoos di kawasan ini terbentuk sekitar tahun 4 Masehi. Uniknya, penduduk setempat juga gemar menghasilkan karya berupa serangkaian rumah dan gereja dari batu. Namun akibat gempa, beberapa Hoodoos mengalami kerusakan. Tak hanya itu, beberapa vandalis juga dilaporkan telah merusak keindahan alam yang ada di Turki ini.

Teide National Park, Terenife

foto: weather

Kepulauan Canary merupakan rumah bagi Teide National Park, yaitu sebuah situs warisan dunia UNESCO yang dilengkapi dengan beragaman lanskap vulkanik. Puncak tertinggi taman nasional ini terletak di Spanyol, tepatnya di Teide-Pico Viejo Stratovalcano yang menjulang tinggi sekitar 12.400 kaki. Tak hanya itu, taman nasional ini juga terkenal dengan “Roque Cinchado”, yaitu Hoodoos tinggi yang paling banyak difoto wisatawan.

Putangirua Pinnacles, Selandia Baru

foto: weather

Putangirua Pinnacles merupakan koleksi Hoodoos paling spektakuler yang ada di Selandia Baru. Putangirua terbentuk dari kerikil yang mengalami erosi akibat hujan dan banjir yang melanda kawasan tersebut. Saking indahnya, kawasan ini menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar untuk film Lord of The Ring: Return The King. Setelah itu, kawasan ini makin terkenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Selandia Baru yang banyak dikunjungi wisatawan.

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya