Liputan6.com, Jakarta - Torabika Bhayangkara Cup 2016 segera mempertandingkan laga puncak antara Persib Bandung dan Arema Cronus. Itu akan jadi final pemanasan sebelum semua tim menatap Indonesia Soccer Champions (ISC) 2016.
Nasib sepakbola Indonesia memang sedang tak menentu sejak 2015. Konflik yang mendera sepakbola Indonesia pun membuat banyak korban berjatuhan. Yang paling merasakan dampaknya tentu adalah pemain.
Baca Juga
- Persib ke Final Lagi, Ridwan Kamil Enggan Nazar Gundul
- GP Bahrain: Rio Haryanto Berpeluang Finis di Depan Rekannya
- Ke Inggris, Ibrahimovic Minta Gaji Rp 11 Miliar per Pekan
Advertisement
Sanksi yang diturunkan FIFA untuk sepakbola Indonesia sejak Mei 2015 membuat kompetisi regular dihentikan. Akibatnya, para pemain, pelatih, hingga ofisial tim pun kehilangan mata pencaharian.
Untung, beberapa pihak rela mengulurkan tangannya dengan menggelar beberapa kompetisi. Alhasil, para pihak yang sebelumnya kehilangan mata pencaharian pun bisa kembali menjalankan profesinya sebagai pelaku sepakbola Indonesia.
Beberapa turnamen pun terbilang berskala besar. Mulai dari Piala Kemerdekaan 2015, Piala Presiden 2015, Piala Jenderal Sudirman 2015, hingga Torabika Bhayangkara Cup 2016. Animo masyarakat pun terbilang besar di beberapa turnamen itu.
Sebut saja Piala Presiden 2015, turnamen yang dijuarai Persib setelah menaklukkan Sriwijaya FC 2 gol tanpa balas di laga final. Pada Piala Jenderal Sudirman 2015, giliran Mitra Kukar yang unjuk gigi. Di final, mereka bungkam Semen Padang FC 2-1. Kini, publik menanti siapa yang akan menjadi juara Torabika Bhayangkara Cup 2016.
43 Gol Tercipta
Sejauh ini, pertarungan di Torabika Bhayangkara Cup 2016 sejak fase grup terbilang cukup menarik. Maklum, kontestan yang mengikuti turnamen itu menyandang status sebagai tim-tim papan atas Indonesia.
Total, 10 tim yang tercatat sebagai kontestan adalah Sriwijaya, Arema Cronus, Persipura Jayapura, Persib, Kukar, PS Polri, PS TNI, Persija Jakarta, Pusamania Borneo FC, dan Bali United.
Persaingan di Grup A yang dihuni Persib, Sriwijaya, PS TNI, PBFC, dan Kukar yang paling menyita perhatian. Dari total 10 pertandingan, sebanyak 27 gol tercipta. Berbeda dengan Grup B yang hanya menghasilkan 14 gol.
Sayang, bentrok pada semifinal yang melibatkan Persib, Bali United, Arema, dan Sriwijaya hanya menghasilkan dua gol. Persib melaju ke final setelah menang 1-0 atas Bali United berkat gol Tantan. Dan, Arema melesat ke final setelah menaklukkan Sriwijaya 1-0 lewat gol Johan Alfarizi.