Kini Ada Suntikan Dosis Tunggal untuk KB Pria

Cara KB dengan gel ini merupakan cara yang bukan permanen pada kaum pria.

oleh Alexander Lumbantobing diperbarui 31 Mar 2016, 21:00 WIB
Sebuah cara baru KB pria melibatkan penggunaan Vasalgel yang dapat menghambat aliran alamiah sperma. (Sumber hollyoaksvet.org)

Liputan6.com, Chicago - Kabar gembira, baru-baru ini telah ditemukan suatu gel yang dapat disuntikkan ke dalam bagian tubuh pria untuk mencegah pergerakan sperma menuju saluran pengeluaran.

Hebatnya, ketika gel ini dikeluarkan lagi dari tubuh pria, kesuburan pun dipulihkan lagi. Artinya, cara KB dengan gel ini merupakan cara yang bukan permanen pada kaum pria. Ini berbeda dengan vasektomi yang dianggap bersifat permanen.

Zat yang diberi nama Vasalgel itu sudah dicobakan pada kelinci dan terbukti menghambat aliran alamiah sperma. Gel itu mengandung asam styrene-alt-maleic (SMA) yang dilarutkan dalam zat dimethyl sulfoxide. Di tubuh, gel ini disuntikkan ke dalam vas deferens.

Di dalam vas deferens, zat itu menjelma menjadi hidrogel yang mengizinkan molekul-molekul terlarut dalam air untuk melewatinya, tapi menghambat sperma. Gel itu sendiri bersifat lembut, lentur, dan tetap di tempatnya sehingga bisa menghalangi tembusan sperma.

Vasektomi melibatkan pemutusan saluran vas deferens sehingga aliran sperma ke luar juga terputus. (Sumber parsemusfoundation.org)

Kata Dr. Donald Waller, seorang profesor farmakologi dan toksikologi di University of Illinois melalui terbitan pers, “Vasalgel menghasilkan kontrasepsi yang berdampak segera dan awet sepanjang masa penelitian ini karena sifat unik hidrogel. Ciri ini menjadi pertimbangan penting untuk produk kontraseptif untuk digunakan pada manusia.”

Penelitian ini sudah diterbitkan dalam jurnal Basic and Clinical Andrology. Sebanyak 12 ekor kelinci diberikan 2 jenis formulasi Vasalgel, yaitu formulasi 100% asam SMA dan formulasi campuran 80 persen SMA dengan 20 persen anhidrid SMA.

Pada 11 di antara 12 kelinci itu sama sekali tidak terdeteksi adanya sperma setelah mereka mendapatkan suntikan. Satu-satunya kelinci yang awalnya masih menunjukkan keberadaan sperma kemudian menjadi bebas sperma (azoospermic) juga.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya