Berantas Kejahatan di Laut, ASEAN Perlu Tingkatkan Kerja Sama

Indonesia sebagai negara maritim juga rawan kejahatan di laut.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 30 Mar 2016, 17:45 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menjawab pertanyaan dalam acara temu wicara bersama wartawan di rumah dinasnya di Jakarta, Rabu (25/11). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, perlu ada peningkatan kerja sama keamanan pada negara Asia Tenggara untuk memberantas kejahatan di laut.

Riza‎l mengungkapkan, kejahatan di laut kemungkinan bisa terjadi apalagi Indonesia negara maritim. Untuk mengantisipasi bisa dilakukan dengan meningkatkan keamanan.

"Jadi memang ini menunjukkan juga kawasan kita negara maritim, kejadian di laut, termasuk perbatasan, seperti Malaka, harus tingkatkan security," kata Rizal, di Kantor Korndiantor Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Rizal menambahkan, untuk meningkatkan keamanan di laut, perlu bekerja sama  melibatkan ‎negara lain. Lantaran kejahatan maritim berpindah dari satu negara ke negara lain.

 


‎"Terutama dengan ASEAN lainnya. Kejahatan maritim, dari negara ke negara lain. Tingkatkan kerja sama, bisa kerja sama," tutur Rizal.

Terkait dengan penyanderaan kapal pengangkut batubara yang berisi 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) di laut Filipina, menurut Rizal, Pemerintah Indonesia harus mendapat izin dari Pemerintah Filipina untuk membebaskannya, tidak bisa langsung melakukan pembebasan seperti kejadian yang sama di Somalia.

"Pada waktu itu, pada dasarnya lepas tangan (Pemerintah Somalia) Indonesia bisa selesaikan. Dalam kasus Filipina, tidak bisa seperti itu. Harus ada izin dari Filipina," tutur Rizal. (Pew/Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya