Ecoturism Banyuwangi Kini Dilengkapi Lori Wisata

Menggunakan lori, wisatawan dapat menikmati alam perkebunan Banyuwangi sambil menyusuri terowongan kuno sepanjang ratusan meter.

oleh Ahmad Apriyono diperbarui 21 Mar 2016, 14:30 WIB
Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Liputan6.com, Jakarta Sadar akan besarnya potensi wisata perkebunan yang dimilikinya, Kabupaten Banyuwangi menghadirkan wahana wisata terbaru berupa lori wisata. Dengan menggunakan lori atau kereta wisata ini, wisatawan dapat menikmati alam perkebunan Banyuwangi, dan berkesempatan menyusuri terowongan kuno sepanjang ratusan meter.

Menurut informasi yang diterima Liputan6.com, Senin (21/3/2016), lori wisata yang diluncurkan secara resmi oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dan Dirut Keuangan PT Kereta Api Indonesia, Didik Hatantyo, pada Minggu kemarin, diharapkan mampu menjadi wisata edukasi yang bisa memperkenalkan dunia perkebunan, khusunya perkebunan kopi dan cokelat di Banyuwangi.

"Saatnya anak-anak tak hanya tahu soal game di gadget-nya, tapi juga diajak berwisata ke sini. Di sini akan bisa memberikan edukasi sejarah bagaimana terowongan ini dibangun di masa penjajahan Belanda," kata Anas.

Lebih jauh dirinya mengatakan, lori wisata bakal melengkapi pengembangan destinasi di wilayah barat Banyuwangi. Selain lori wisata, sudah ada Waduk Sidodadi yang memanfaatkan alam kebun sebagai obyeknya. Waduk itu dalam waktu dekat bakal disulap lebih bagus lagi oleh BUMN perkebunan. Pada Mei mendatang, konsep wisata perkebunan berbasis cokelat juga dimulai di Glenmore.

Sementara itu, Didik Hartantyo menambahkan, lori wisata ini merupakan inovasi PT KAI untuk menghidupkan berbagai destinasi wisata di daerah yang bukan hanya kebun, tetapi juga kuliner dan jasa transportasi.

“Kedepan kami akan terus mencari daerah-daerah aktif untuk kolaborasi ini. Dan saya melihat Banyuwangi salah satu daerah yang selalu siap untuk kolaborasi pengembangan destinasi wisata baru," ujar Didik.

Untuk pembukaan tahap awal, lori wisata ini melayani rute Stasiun Kalibaru - Stasiun Mrawan melewati terowongan Gumitir selama 50 menit. Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat melihat dari ketinggian 400 meter di atas permukaan laut pemandangan alam perkebunan yang subur terhampar.

Tiap perjalanan, lori wisata hanya diisi oleh 12 penumpang, dan tiap orang hanya perlu membayar Rp 100 ribu per perjalanan. Bagi yang tertarik mencoba wahana ini, Anda bisa datang langsung ke Stasiun Kalibaru atau melalui berbagai agen travel yang ada di Banyuwangi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya