Isu Panas Ekstrem 40 Derajat Celsius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG

Menanggapi keresahan masyarakat atas isu ekuinoks yang sedang berkembang, BMKG mengeluarkan keterangan yang disebar melalui media sosial.

oleh Citra Dewi diperbarui 19 Mar 2016, 09:00 WIB
Fenomena Ekuinoks (Foto: BMKG).

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa orang di Singapura dan Indonesia telah dibuat resah karena broadcast message yang berisi tentang fenomena ekuinoks. Dalam pesan berantai tersebut, tertulis bahwa suhu tertinggi mencapai 40 derajat dan dapat menyebabkan heat stroke atau serangan panas.

Namun, pesan berantai tersebut ditangkis BMKG, yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

Dari keterangan yang telah dirilis BMKG dijelaskan bahwa ekuinoks merupakan fenomena astronomi di mana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September.

Ketika ditanya apakah ada hubungan antara ekuinoks dengan hawa panas, Deputi Bidang Meteorlogi BMKG, Yunus Subagyo menjawab bahwa memang terdapat hubungan, tapi tidak sama di seluruh tempat.

"Betul ada hubungan, tapi tidak serta merta. Tidak sama di seluruh tempat. Di Indonesia suhu udara dalam bulan Maret bisa mencapai 36 hingga 38 derajat Celsius, namun hanya di beberapa lokasi tertentu seperti NTT."

Menanggapi pesan berantai yang menyatakan bahwa ekuinoks dapat menyebabkan serangan panas, Yunus Subagyo menjawab, "Bisa saja ada hubungan heat stroke dengan ekuinoks. Tapi hanya pada wilayah tertentu."

"Di Indonesia tidak akan terjadi heat stroke gelombang panas seperti di India, Afrika, dan tempat lainnya. Hal itu disebabkan tidak tersedia massa udara panas besar yang melalui wilayah kita," tambahnya.

Dia juga mengatakan bahwa untuk mengonfirmasi berita yang terkait dengan cuaca, masyarakat dapat melihatnya dari media sosial dan press release yang dikeluarkan BMKG.

"BMKG mengeluarkan press release, baik melalui media cetak dan elektronik serta sosmed. Perhatikan info-info terkait ekuinoks dari BMKG," tulisnya dalam pesan singkat kepada Liputan6.com.

Dalam keterangan yang telah dibuat BMKG, mereka mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari ekuinoks sebagaimana isu yang sedang berkembang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya