Satelit BRI Bakal Menjelajah Angkasa pada 8 Juni 2016

Dengan adanya satelit tersebut, BRI dapat memberikan layanan perbankan lebih maksimal ke pelosok negeri.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 14 Mar 2016, 16:54 WIB
Space Systems/Loral seri 1300 memiliki kemampuan daya berkisar mulai dari 5 hingga 25 kW secara merata sepanjang umur pemakaiannya,

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan meluncurkan satelit pada 8 Juni 2016. Dengan adanya satelit tersebut, BRI dapat memberikan layanan perbankan lebih maksimal ke pelosok negeri.

Direktur Utama BRI Asmawi Syam mengatakan, BRI merupakan bank pertama di dunia yang memiliki satelit. Oleh karena itu, satelit tersebut bisa menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

"Sengaja tampilan cover di laporan keuangan adalah satelit. Insya Allah pada 8 Juni tahun ini kami akan luncurkan satelit BRI. Kami mohon doa restu mudah-mudahan bisa menjadi kebanggaan Indonesia dan memanfaatkan untuk kepentingan nasabah," katanya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (14/3/2016).

Dia menuturkan, ‎tujuan pembelian satelit BRI ini untuk melayani para nasabah. Pasalnya, selama ini masih ada masyarakat yang belum tersentuh perbankan. "Tujuan pembelian satelit untuk kepentingan nasabah yang berada hampir seluruh pelosok Tanah Air. Jadi bukan hanya gedung tapi kami melayani petani, nelayan, pedagang kecil di daerah yang saat ini belum tersentuh perbankan," imbuhnya.

Dia berharap dengan satelit masyarakat dapat merasakan akses perbankan dengan layanan sama. Selain itu, adanya satelit ini menjadi bukti kontribusi manajemen BRI kepada rakyat.

"Harapan kami memberikan layanan sama baiknya di kota besar sama cepatnya. Akuratnya di desa-desa tentunya manfaat akan dirasakan pengusaha kecil, menengah, mikro. Kami sadar menjadi bank tumbuh besar karena rakyat. Portofolio kredit 75 persen untuk rakyat," tandas dia.

Sebelumnya, BRI telah meneken kontrak pembelian satelit dari perusahaan Amerika Serikat (AS) Space System/Loral, LLC. Satelit tersebut akan diberi nama BRIsat dan akan diluncurkan oleh perusahaan Prancis, Arianespace di Guyana, pesisir Karibia, Amerika Selatan.

Setelah diluncurkan dari Guyana, hanya dalam waktu 29 menit BRIsat sudah berada di ketinggian 35 ribu kilometer (km). Dari luar angkasa sana BRIsat bisa meng-cover wilayah seluruh Indonesia, Asia Tenggara, sampai Australia Barat. (Amd/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya