Pemain Cedera, Kenapa Staf Medis Liverpool Malah Tenteng iPad?

Cedera merupakan momok yang sangat ditakuti oleh para pesepak bola profesional, termasuk pemain Liverpool.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 10 Maret 2016, 16:10 WIB
Pemain Liverpool, Dejan Lovren saat mengalami cedera akhir tahun lalu. Tampak staf medis Liverpool menenteng iPad.

Liputan6.com, Jakarta - Cedera merupakan momok yang sangat ditakuti oleh para pesepak bola profesional. Penanganan yang salah terhadap musibah ini juga tak jarang justru malah merenggut karier pemain yang bersangkutan.

Di dalam skuat Liverpool, penanganan terhadap pemain cedera terus dimaksimalkan. Bahkan tim medis The Reds kini tengah mencoba teknologi baru guna meningkatkan penanganan terhadap cedera pemain. Dengan sentuhan baru ini diharapkan diagnosa yang diberikan dokter bisa lebih akurat lagi.

 

Baca Juga

  • 6 Fakta Menarik Kemenangan PSG atas Chelsea: Ibrahimovic Memukau
  • Kesempatan Terakhir Zlatan
  • Lallana: Saatnya Liverpool Hajar MU

Seperti dilansir Mirror.co.uk, teknologi anyar itu berupa aplikasi di iPad yang diberi nama myplayXplay system. Dengan aplikasi baru ini, dokter tim kini bisa melihat cuplikan benturan yang dialami pemain beberapa detik usai kejadian sehingga mereka lebih akurat saat mendiagnosa cedera yang timbul. 

Dokter Liverpool, Andy Massey, telah menggunakan aplikasi ini di sejumlah pertandingan. Saat Dejan Lovren mengalami cedera, seorang staf medis Liverpool juga tampak menenteng iPad ke lapangan.

"myplatXplay merupakan kolaborasi yang luar biasa di mana kami bisa melihat tayangan ulang insiden yang terjadi di tengah lapangan," ujar Massey seperti dilaporkan Liverpool Echo.

"Ini terkait keselamatan dan kebugaran pemain dan kami tidak akan pernah mengabaikan teknologi untuk melindungi para pemain kami dari cedera yang lebih parah," kata Massey.

Melihat tayangan ulang sesaat setelah kejadian sangat membantu tim medis memberikan hasil diagnosa yang lebih akurat yang selama ini sulit terlihat dari tepi lapangan. Dengan demikian, dokter bisa segera mengambil keputusan dan menghindarkan pemain dari cedera yang lebih parah lagi.


Bakal Meluas di Luar Medis

IvanReel, salah seorang sosok penting di balik aplikasi baru tersebut mengatakan bahwa, myplatXplay, merupakan jawaban atas kelemahan proses diagnosa konvensional selama ini. Selama ini, staff medis bakal melihat secara intens ke lapangan untuk melihat proses terjadinya benturan. Namun menurutnya, pengamatan tersebut tidak sepenuhnya akurat karena insiden berlangsung sangat cepat.

"Menjadi saksi terhadap penanganan langsung yang diberikan, efektivitas sebesar 50 persen masih terlalu tinggi. Mereka bakal melihat secara intens ke lapangan dan kemudian mereka akan menunggu dengan harapan akan munculnya tanyangan ulang," kata pria asal Kanada itu.

Lanjut Baca:

"Jika mereka beruntung, staf Liverpool akan mendapatkan tambahan tayangan ulang. Tapi ini merupakan kemurahaan hati pemilik hak siar dalam menyusun jadwal siaran langsungnya. Tidak ideal jika Anda ingin mengevaluasi kondisi pemain yang tengah cedera di lapangan," kata Reel. Reel menambahkan dengan aplikasi yang ada saat ini, staf medis di masing-masing tim kini bisa menutup mata saat terjadi takling yang dipertanyakan dan benturan terjadi di lapangan. Sebab dengan aplikasi ini, mereka tinggal memutar tayangan ulangnya untuk menganalisis situasinya.  Pengoperasian myplatXplay juga sangat simpel, yakni hanya mengandalkan tiga gerakan, yakni sentuh, tekan, dan usap. Perusahaan pengembang juga berharap ke depannya, tayangan ulang tak hanya digunakan untuk alasan medis saja, tapi juga untuk berbagai aspek lainnya. Saat ini, penayangan tayangan ulang pertandingan sepak bola secara penuh di juga tengah dibahas. Awal pekan ini telah diumumkan bahwa video tayangan ulang secara penuh di sepak bola akan diuji coba selama dua tahun. Masing-masing untuk mengevaluasi gol, kartu merah, penalti, identitas yang salah. Uji coba rencananya akan dimulai paling lambat 2017/2018. Namun belum diketahui negara mana yang bakal ikut ambil bagian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya