Liputan6.com, Bakauheni: Kapal motor penumpang (KMP) Panorama Nusantara kandas saat akan melintasi Pulau Gosong Tembolong di Selat Sunda atau sekitar 3,2 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni, Ahad (27/9) dini hari. Menurut Administrator Pelabuhan Bakauheni, Rochadi, kapal milik PT Jembatan Lampung tersebut kandas akibat cuaca buruk saat berlayar dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak, Banten.
Haluan kapal menabrak karang lunak di dasar laut. Kapal lalu berhenti setelah lambung kapal terbentur karang. "Kejadiannya pukul 01.00 dini hari. Posisi kapal terletak pada koordinat 104 derajat Lintang Selatan dan 5 derajat Lintang Timur," kata Rochadi seperti dikutip ANTARA. "Kapal tidak bisa melanjutkan pelayarannya ke Pelabuhan Merak Banten."
Ia mengatakan, 40 menit kemudian kapal ditarik oleh kapal tug boat Jaya 33 untuk diarahkan kembali ke dermaga IV Pelabuhan Bakauheni. Setelah kapal disandarkan kemudian dibongkar muatannya untuk menjaga kemungkinan bocornya lambung kapal akibat benturan itu.
Administrasi Pelabuhan Bakauheni akan memeriksa bagian bawah kapal untuk melihat seberapa parah dampak benturan itu dengan mengundang penyelam. "Berdasarkan pemeriksaan itu akan bisa dipastikan kondisi kapal apakah lambung kapal bocor atau hanya tergores meski bagian bawah kapal terbuat dari plat merin setebal 9 hingga 12 mm," ucap Rochadi.
Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa anak buak kapal untuk meminta keterangan pasti mengenai penyebab kandasnya KMP Panorama itu.
Menurut anak buah kapal KMP Panorama Nusantara, Agus Gunawan, kapal itu kandas disebabkan faktor alam. Sebab, pada saat itu gelombang cukup tinggi serta kecepatan angin mencapai 30 knot. "Kami sudah berusaha mengarahkan kapal pada jalur pelayaran, namun arus yang kuat serta angin kencang akhirnya kapal tidak bisa dikendalikan dan kandas di perairan sekitar Pulau Gosong Tembolong," kata Agus.
Menurut Adpel Bakauheni, kapal yang dinakhodai Zarkoni itu sedang mengangkut 486 penumpang dalam kendaraan, delapan unit sepeda motor, 91 unit kendaraan pribadi, dua unit mobil pick up, 23 colt diesel, satu unit bus, 10 unit truk, serta tiga tronton.
Haluan kapal menabrak karang lunak di dasar laut. Kapal lalu berhenti setelah lambung kapal terbentur karang. "Kejadiannya pukul 01.00 dini hari. Posisi kapal terletak pada koordinat 104 derajat Lintang Selatan dan 5 derajat Lintang Timur," kata Rochadi seperti dikutip ANTARA. "Kapal tidak bisa melanjutkan pelayarannya ke Pelabuhan Merak Banten."
Ia mengatakan, 40 menit kemudian kapal ditarik oleh kapal tug boat Jaya 33 untuk diarahkan kembali ke dermaga IV Pelabuhan Bakauheni. Setelah kapal disandarkan kemudian dibongkar muatannya untuk menjaga kemungkinan bocornya lambung kapal akibat benturan itu.
Administrasi Pelabuhan Bakauheni akan memeriksa bagian bawah kapal untuk melihat seberapa parah dampak benturan itu dengan mengundang penyelam. "Berdasarkan pemeriksaan itu akan bisa dipastikan kondisi kapal apakah lambung kapal bocor atau hanya tergores meski bagian bawah kapal terbuat dari plat merin setebal 9 hingga 12 mm," ucap Rochadi.
Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa anak buak kapal untuk meminta keterangan pasti mengenai penyebab kandasnya KMP Panorama itu.
Menurut anak buah kapal KMP Panorama Nusantara, Agus Gunawan, kapal itu kandas disebabkan faktor alam. Sebab, pada saat itu gelombang cukup tinggi serta kecepatan angin mencapai 30 knot. "Kami sudah berusaha mengarahkan kapal pada jalur pelayaran, namun arus yang kuat serta angin kencang akhirnya kapal tidak bisa dikendalikan dan kandas di perairan sekitar Pulau Gosong Tembolong," kata Agus.
Menurut Adpel Bakauheni, kapal yang dinakhodai Zarkoni itu sedang mengangkut 486 penumpang dalam kendaraan, delapan unit sepeda motor, 91 unit kendaraan pribadi, dua unit mobil pick up, 23 colt diesel, satu unit bus, 10 unit truk, serta tiga tronton.