Anak Usaha Pertamina Kebut Proyek PLTP Lahendong

Saat ini Sulawesi Utara masih mengalami defisit suplai listrik.

oleh Septian Deny diperbarui 09 Mar 2016, 17:09 WIB
Selain PLTGU Tanjung Priok untuk mengantisipasi krisis listrik di Jawa juga disiapkan beberapa proyek pembangkit listrik tambahan seperti PLTGU Muara Karang, PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Grati, Jakarta, Kamis (4/9/2014) (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terus mendorong pengembangan sumber energi terbarukan.

Hal ini dibuktikan dengan kemajuan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Tompaso, Sulawesi Utara yang lebih cepat dari target yang ditentukan.

Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin mengatakan, PGE Area Lahendong merupakan wilayah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) milik PGE  yang memanfaatkan panas  bumi pada area geothermal di daerah Lahendong-Tomohon.

Pada periode 2001 hingga 2011, PGE telah mengembangkan dan mengoperasikan secara bertahap PLTP unit 1, unit 2, unit 3 dan unit 4 yang memiliki kapasitas masing-masing sebesar 20 megawatt (MW).

Saat ini Lahendong unit 1-4 memasok sekitar 40 persen dari kebutuhan listrik di Sulawesi Utara. Kemudian pada 2015, PGE Area Lahendong memulai pengerjaan pembangunan PLTP unit 5 dan unit 6 dengan kapasitas 2 x 20 MW.

“Komitmen untuk terus meningkatkan pasokan listrik panas bumi melalui proyek-proyek baru, yaitu Lahendong unit 5 dan 6. Hingga akhir Februari tingkat kemajuan proyek telah mencapai 54,63 persen atau lebih cepat sekitar 2-3 bulan dari rencana,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (9/3/2016).

 


Irfan menjelaskan PLTP unit 5 dan unit 6 merupakan total project dengan nilai investasi mencapai US$ 282,07 juta, dimulai sejak tahap eksploitasi panas bumi hingga pembangkitan listrik dilakukan oleh PGE.

Listrik yang diproduksi oleh dua unit ini nantinya akan disalurkan kepada PT PLN (Persero). Hal tersebut berbeda dengan PLTP unit 1-unit 4, dimana PGE hanya menyalurkan uap kepada PLN untuk kemudian membangkitkan listrik melalui PLTP milik PLN.

Menurut dia, PGE dapat melaksanakan pengerjaan proyek PLTP unit 5 dan unit 6 lebih cepat karena adanya dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah beserta masyarakat sekitar. Dukungan tersebut di antaranya ditunjukkan dengan cepatnya proses pekerjaan dari tahap perijinan, pembebasan lahan, serta proses pelelangan yang tepat waktu.

 “Seluruh stakeholder terkait telah memahami kegiatan pengembangan panas bumi merupakan usaha pemenuhan listrik Sulawesi Utara yang bertumpu pada energi terbarukan yang ramah lingkungan dan sejalan dengan Program Indonesia Terang yang baru-baru ini digalakkan oleh pemerintah melalui Kementerian ESDM," papar dia.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng mengatakan percepatan pembangunan PLTP di Sulawesi Utara ini penting untuk pemenuhan kebutuhan listrik di provinsi tersebut. Pasalnya, saat ini Sulawesi Utara masih mengalami defisit suplai listrik.

Penambahan suplai listrik sebesar 2X20 MW dari PLTP unit 5 dan unit 6 ini akan bermanfaat bagi masyarakat di Sulawesi Utara mengingat saat ini masih terdapat daerah-daerah di provinsi tersebut yang belum teraliri listrik. (Dny/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya