Liputan6.com, Jakarta - Direktur Legal PSSI Aristo Pangaribuan menegaskan bahwa putusan penolakan Mahkamah Agung (MA) terhadap permohonan Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) memiliki dampak luas pada masa depan sepak bola nasional.
Baca Juga
- Menggelikan, Kemaluan Atlet Ini Menjulur saat Acara Live Televisi
- MU Siapkan Rencana Pembelian Pemain Termahal Sepanjang Sejarah
- Manajer Rio Haryanto Bicara Kualifikasi F1 Sistem 'KO'
Advertisement
Selain kompetisi tanah air bisa digelar kembali, Tim Transisi otomatis sudah tidak memiliki kewenangan apapun dalam menjalankan tugas sebagai pengambil alih fungsi PSSI.
Liputan6.com mendapat salinan surat undangan kepada seluruh direktur klub profesional untuk menghadiri pertemuan bersama Tim Transisi Kemenpora. Pertemuan ini akan digelar pada Jumat, 11 Maret di Gedung Wisma Kemenpora, dengan agenda sosialisasi program kerja 2016.
"Jauh sebelum putusan ini, Tim Transisi sudah tidak pernah ada. Kita punya putusan sela sudah lama, dan PSSI menghimbau kepada klub-klub yang diundang Tim Transisi agar jangan datang, karena Anda akan jadi bagian orang yang melanggar hukum," kata Aristo.
Sesuai Undang-Undang Administratif Pemerintahan, SK Menpora No. 01307 akan gugur dalam 21 hari sejak penolakan MA pada Senin (7/3) kemarin. Aristo menambahkan, legitimasi Tim Transisi pun gugur lewat putusan MA ini.
"Kalau ada klub yang datang, artinya melanggar hukum organisasi PSSI," Aristo mengakhiri.
Saksikan Live Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016 di Liputan6.com, SCTV, dan Indosiar pukul 06.00-09.00 WIB. Klik di sini