Liputan6.com, Jakarta Striker Barcelona, Lionel Messi masih menyimpan ambisi mengantarkan Timnas Argentina merebut gelar juara di kejuaraan bergengsi. Terdekat, Argentina di Copa Amerika edisi 100 tahun.
Pencapaian La Pulga bersama Tim Tango berbanding terbalik seperti di Barcelona. Messi belum mempersembahkan gelar bagi Argentina. Dalam dua final turnamen besar, Argentina cuma mampu mencapai partai final.
Messi mengantarkan Argentina menembus final Piala Dunia 2014. Di ajang sepak bola tertinggi di dunia ini, Messi harus puas menempati posisi runner-up setelah dikalahkan Jerman dengan skor 0-1.
Kemudian di ajang Copa America 2015, jebolan Akademi Barcelona, La Masia ini juga mengantarkan Argentina mencapai final. Argentina kalah dari tangan tuan rumah Chile dengan skor jumbo 1-4.
Baca Juga
- Menpora Bantah Asian Games Batal di Indonesia karena Masalah PSSI
- Catatan Waktu Rekan Rio Haryanto di Manor Racing Membaik
- Daftar 9 Poin Kajian Pemerintah Soal Pencabutan Pembekuan PSSI
Advertisement
Melihat kenyataan tersebut, Messi rela gelarnya ditukar dengan rekor individu yang dimiliki termasuk empat gelar pemain terbaik dunia secara beruntun. "Saya kecewa ketika Argentina mengalami kekalahan karena saya tahu seharusnya kami bisa menang," kata pemain mungil itu dikutip dari Sport24.
Messi kini berkonsentrasi merebut gelar di level timnas. "Saya sudah tidak tertarik dengan rekor. Sekarang, semua catatan itu ada di sana (di timnas Argentina) . Tapi semua rekor ini tidak membuat Anda memenangi gelar juara."
Terlepas belum mampu memberikan gelar untuk Timnas Argentina, Messi kini diambang rekor baru. Pemain 28 tahun ini telah melesakkan 49 gol di timnas, hanya berselisih delapan gol dengan Gabriel Batistuta.