Liputan6.com, Kiev - Manchester City akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di fase knock out Liga Champions sejak musim 2013/14. Kemenangan The Citizens diraih usai hajar Dynamo Kiev 3-1 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Baca Juga
- Rio Teruskan Cita-cita Andra Tampil di F1
- Disalip Malaysia, Pemerintah Galang Dana untuk Rio Haryanto
- Lahap 78 Lap, Rio Haryanto Tempati Posisi Buncit
Advertisement
Ini merupakan kemenangan pertama Manchester City di fase knock out Liga Champions. Sejak mulai berjaya di musim 2012/13, City sudah dua kali tembus fase knock out atau 16 besar.
Sialnya, City selalu jumpa dengan Barcelona pada dua kali fase knock out di musim 2013/14 dan 2014/15. Dari empat kali pertemuan di dua leg, City selalu terjungkal.
Pada musim 2013/14, City kalah dengan agregat 1-4 dari Barcelona. Semusim kemudian, The Citizen terjungkal dengan agregat 1-3 dari Barcelona.
Baru musim ini, pasukan Manuel Pellegrini ini jumpa lawan yang relatif 'mudah'. Ya secara tim dan kedalaman skuat, City jelas lebih unggul dari Dynamo Kiev yang sudah lama absen di fase knok out.
Meski demikian, tentu tidak mudah bagi City untuk kalahkan Kiev. Bahkan, Pellegrini sudah 'berkorban' untuk laga ini.
Seperti diketahui, City seperti melepas laga babak lima Piala FA ketika dihajar Chelsea 1-5. Pellegrini rela beber strategi 'gila' dengan menempatkan sekitar 6 pemain muda dan hanya 5 pemain inti saja lawan The Blues.
Dengan formasi itu, City jadi bulan-bulanan pemain Chelsea yang diperkuat mayoritas pemain inti. Usa laga lawan Kiev, Pellegrini banggakan keputusan yang diambilnya ketika melawan Chelsea.
"Penting untuk ambil keputusan yang benar dan memikirkan mengapa saya turunkan pemain muda ketika lawan Chelsea. Dengan hanya miliki 13 pemain inti, saya lega sudah istirahatkan pemain lawan Chelsea," kata manajer asal Chile itu seperti dikutip The Guardian.