Berapa Biaya Membangun Mobil Formula 1?

Mesin dan sasis merupakan bagian yang paling menguras kantong dalam membangun mobil F1 yang kompetitif.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 24 Februari 2016, 14:30 WIB
Mekanik mendorong mobil Ferrari yang digunakan Sebastian Vettel disamping mobil Lewis Hamilton di pit lane di Sirkuit Marina Bay jelang sesi latihan Grand Prix Singapura F1 (18/9/2015). (REUTERS/Edgar Su)

Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Indonesia Rio Haryanto telah berkenalan dengan mobil MRT05 milik Manor Racing. Jet darat anyar ini bakal digunakan untuk mengarungi lintasan balapan Formula 1 musim ini.

Rio Haryanto sebenarnya sempat dijadwalkan menjajal MRT05 kemarin. Namun sesi tersebut kembali diundur dan baru akan digelar hari ini, Rabu (24/2/2016). Tes ini penting bagi pembalap asal Solo itu untuk menakar ketangguhan mobil tersebut sebelum tampil di balapan resmi nantinya.

 

Baca Juga

  • Spesifikasi Mobil Rio Haryanto di Manor Racing
  • INFOGRAFIS: Spesifikasi Manor MRT05 Geberan Rio Haryanto di F1
  • Mobil-mobil yang Mengantar Rio Haryanto Hingga ke Formula 1

Manor Racing telah merilis spesifikasi mobil MRT05 tersebut. Kecepatannya juga sudah mulai bisa diraba lewat performa pembalap Manor Racing lainnya, Pascal Wihrlein yang sudah menjajalnya. Namun hingga saat ini, biaya yang dikeluarkan untuk membangun jet darat itu masih misterius.

Seperti diketahui, balapan Formula 1 merupakan salah satu olahraga termahal di dunia hingga saat ini. Tidak  hanya untuk membiayai operasional saja, setiap tim juga membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membangun jet darat yang kompetitif di atas lintasan.

Dana yang dibutuhkan setiap tim pada balapan F 1 memang berbeda-beda. Namun untuk tim-tim besar seperti Ferrari, Red Bull, dan McLaren, diperkirakan membakar uang di aspal lintasan hingga mencapai US$ 320 juta per tahun atau setara Rp 4,3 triliun satu musimnya.

Lanjut Baca:

Sementara tim-tim kecil menghabiskan uang sekitar US$ 60 juta atau setara Rp 807 miliar per musimnya. Biaya ini sudah mencakup operasional, biaya mobil, gaji pegawai dan pembalap. Namun tidak ada angka yang pasti mengenai pengeluaran tim setiap musimnya. Sebab, baik pihak penyelenggara maupun tim yang tampil biasanya tertutup dengan data-data pengeluarannya. Meski demikian, sejumlah media-media asing telah mengkalkulasi peredaran uang di lintasan F1. Seperti dilansir tsmplug.com, salah satu pos yang menyedot banyak uang adalah mobil. Membangun sebuah jet darat yang kompetitif selama ini masih berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan. Namun bila dirata-ratakan, nilai sebuah mobil balapan F1 pada musim 2014 lalu bisa mencapai US$ 9,4 juta atau mencapai Rp 126 Miliar.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya