Pemerintah Akan Sulap Sumur Minyak Tua Jadi Kawasan Wisata

Saat ini sumur minyak tua dikelola secara ilegal oleh masyarakat, yang tidak memperhatikan keselamatan.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 23 Februari 2016, 13:44 WIB
Industri migas tergolong industri dengan risiko tinggi, karena itulah pengelolaan krisis menjadi perhatian utama.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menjadikan sumur tua minyak sebagai kawasan wisata. Hal tersebut untuk menjaga keselamatan penambang minyak tradisional yang masih kerap mencari rezeki dari sumur minyak tua.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, saat ini sumur minyak tua dikelola secara ilegal oleh masyarakat, yang tidak memperhatikan keselamatan. Padahal mengelola sumur minyak berisiko besar.

"Sumur-sumur tua juga banyak hal kurang. Keselamatannya sangat rendah sekali," kata Wirat, di Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Baca Juga

  • Sumur Migas Tua Blok Mahakam Masih Berproduksi
  • Andalkan Sumur Tua, Pertamina EP Gagal Capai Produksi Minyak
  • Perusahaan Minyak Arab Saudi Ingin Bangun Kilang di RI

Menurut Wirat untuk menghindari kecelakaan akibat tingkat keselamatan pengolahan sumur minyak yang minim, pemerintah berencana menjadikan sumur minyak tua sebagai kawasan wisata. Hal tersebut seperti kawasan wisata gunung berapi.

"Kami  menugaskan Pertamina untuk membina semuanya dan kita bekerja sama dengan pemerintah daerah membuat daerah-daerah sumur tua itu seperti di Wonocolo itu menjadi daerah wisata nanti," dia menjelaskan.

Wirat menambahkan, dengan dialihfungsikan menjadi kawasan wisata, sumber perekonomian masyarakat akan berubah yang sebelumnya sebagai pencari minyak menjadi penyedia jasa wisata.

"Sehingga masyarakat yang melakukan illegal drilling bisa berubah penghidupannya dari wisata. Mirip sama gunung berapi, wisata pasir di gunung berapi nanti ada wisata untuk sumur-sumur tua. Itu arahnya, jadi itu kita bawa ke wisata," tutup Wirat.(Pew/Nrm)


Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya