5 Momen Memalukan Chelsea Era Abramovich

Terry jadi tur guide, oknum fans berlaku rasis di Paris.

oleh Edu KrisnadefaDiterbitkan 22 Februari 2016, 09:30 WIB
Bek Manchester City, Wayne Bridge (kiri) menolak bersalaman dengan John Terry karena sakit hati, mantan pasangannya dipacari Terry. (AFP/Olly Greenwood)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak Roman Abramovich hadir di Chelsea pada 2003, perwajahan klub asal London itu berubah drastis. Chelsea bukan lagi tim papan tengah yang kerap disepelekan tim lawan.

Dengan suntikan dana dari taipan Rusia itu, Chelsea menjelma menjadi tim raksasa. Bintang-bintang kelas satu, musim demi musim datang, menyesaki ruang ganti The Blues.

Baca Juga

  • Depak Manchester City, Chelsea Sarangkan Lima Gol
  • Presiden Barca Minta MU Lupakan Neymar
  • Ronaldo Gagal Penalti, Madrid Ditahan Malaga


Prestasi pun datang dengan sendirinya. Sejak kehadiran Abramovich, tak kurang dari 15 gelar mereka menangkan, termasuk lima gelar Liga Primer dan Liga Champions 2011/12.

Namun, bukan berarti semua baik-baik saja di Chelsea. Kering prestasi, seperti musim ini, dan berbagai masalah juga sempat menghantam The Blues di era Abramovich.

Beberapa di antaranya, bahkan cukup memalukan bagi klub sekelas Chelsea. Berikut ini, lima momen paling memalukan Chelsea di era Abramovic.


5. John Terry Jadi Tur Guide

John Terry (AFP)

5. John Terry Jadi "Tur Guide"
Suporter Chelsea mana yang tidak ingin mengunjungi markas latihan tim kesayangannya, di Cobham, London. Menyaksikan fasilitas yang digunakan pemain-pemain idola, tentu akan jadi kesempatan yang tak akan mereka lupakan.

Nah, oleh John Terry hal ini dimanfaatkan. Pada Desember 2009, dia diduga mengutip 10 ribu pound (sekitar Rp 195 juta) untuk menjadi "tur guide" bagi tiga "fans" berkeliling Cobham.

Sayang, tiga suporter itu ternyata wartawan yang menyamar. Cerita ini pun kemudian menyebar di media, lengkap dengan video petualangan mereka bersama Terry.

Untungnya, bagi Terry ini tak sampai jadi masalah. Dia lepas dari sanksi klub, dan mendapat dukungan dari pelatih Chelsea ketika itu, Carlo Ancelotti.


4. Kasus Rasis Oknum Fans

Oknum suporter Chelsea saat bersikap rasis di Paris.

4. Kasus Rasis Oknum Fans
Memang, tidak tepat menyalahkan hanya karena ulah segelintir suporternya. Namun, Chelsea merasakan betul sorotan sepak bola internasinal lantaran ulah rasial suporter mereka.

Menariknya, kisah ini terjadi bukan di tanah mereka, melainkan di Paris, Prancis. Februari 2015, sekelompok oknum suporter Chelsea berulah saat mendampingi The Blues menghadapi tuan rumah Paris Saint Germain.

Dari dalam subway/metro menuju Stadion Parc des Princes, mereka tertangkap kamera menghalangi-halangi seorang warga kulit hitam yang akan menaiki subway. Oknum fans tak bertanggung jawab itu juga meneriakkan kata-kata rasis.

Chelsea pun dikecam. Klub asal London itu dituding tidak bisa mengendalikan suporternya saat bertanding tandang ke negara lain.

Chelsea kemudian memang menghukum oknum suporter itu dengan larangan mengunjungi stadion seumur hidup. Namun, tetap saja, insiden ini telah mencoret nama besar Chelsea.

Lanjut Baca:

3. Skandal Cinta John TerrySekali lagi, John Terry membuat masalah di luar lapangan. Pada Januari 2010, terungkap, Terry berselingkuh dengan seorang model seksi bernama Vanessa Perroncel.Parahnya, sang model seksi itu ternyata bekas pasangan mantan pemain Chelsea juga, alias rekan seklub Terry, Wayne Bridge. Terry pun dihujat. Apalagi, selama ini, dia dianggap sebagai sosok yang alim.Bridge, yang ketika itu membela Manchester City, pun bereaksi keras. Dia merasa dikhianati sahabat sendiri. Saat klubnya berhadapan dengan Chelsea, dia menolak bersalaman dengan Terry, sebelum pertandingan.Bagi Terry, skandal ini benar-benar mengguncang hidupnya. Tak hanya rumah tangganya berantakan dengan Tony Pole. Kariernya juga sempat berantakan. Lantaran skandal itu, jabatan kapten tim nasional Inggris, yang sebelum disandang Terry pun dicopot.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya