Google Kantongi Paten Teknologi Truk Tanpa Sopir

Berdasarkan informasi dari daftar paten, truk otonomos ini diperuntukkan sebagai kendaraan pengantar barang.

oleh Agustinus Mario DamarDiterbitkan 11 Februari 2016, 14:57 WIB
Kantor pusat Google. Foto: Digital Trends

Liputan6.com, Jakarta - Google disebut kian serius menggarap teknologi kendaraan tanpa sopir alias otonomos. Setelah sebelumnya melakukan serangkaian uji coba mobil otonomos, baru-baru ini Google dikabarkan telah mendapat persetujuan paten untuk truk tanpa sopir.

Informasi ini pertama kali diketahui dari laporan Quartz beberapa waktu lalu. Berdasarkan informasi dari Badan Paten Amerika Serikat, Google baru saja mendapatkan lisensi paten atas truk pengiriman otonomos. 


Truk ini nantinya akan berguna layaknya truk pengantar barang seperti biasa, tapi dapat berjalan secara otomatis. Dari informasi tersebut, truk ini akan dibekali kompartemen dengan keamanan menggunakan nomor PIN.

Paten Google untuk truk otonomos (sumber: theverge.com)

Mengutip informasi dari laman The Verge, Kamis (11/2/2016), dalam paten tersebut dijelaskan bahwa truk ini akan menggunakan kombinasi beberapa sensor untuk pengoperasiannya.

Beberapa sensor yang akan disematkan di truk ini adalah radar, kamera video, serta laser untuk melihat jarak dan lalu lintas.

Baca Juga

  • Trailer Terbaru Street Fighter V: Sengit dan Mendebarkan
  • 15 Aplikasi Paling Laris di iOS dan Android
  • Bos Xiaomi Pamer Hasil Jepretan Mi5

Pengguna juga nantinya dapat memilih metode pengiriman yang diinginkan, termasuk untuk membuka kompartemen yang dimaksud. Selain itu, ketika truk sedang terjebak macet, maka secara akan mengabarkan penggunanya bahwa pengiriman akan terlambat.

Hanya saja, dari informasi tersebut tidak dibeberkan lebih lanjut mengenai teknologi yang digunakan. Beberapa analisis memperkirakan, ada beberapa teknologi yang mungkin disematkan untuk pengoperasian truk tersebut. Salah satunya adalah dukungan Bluetooth atau NFC.

Kendati demikian, perlu diingat bahwa ini masih dalam tahap persetujuan paten. Jadi, ada kemungkinan proyek ini dapat berjalan atau ditutup.

Namun, mengingat Google cukup serius menggarap mobil otonomosnya, tidak tertutup kemungkinan truk ini pun akan mendapat perlakuan khusus.

(Dam/Isk)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya