Peserta Proliga Berkurang, Persaingan di Putri Tetap Ketat

Kompetisi bola voli Pertamina Proliga 2016 hanya diikuti lima tim putri.

oleh Bogi Triyadi diperbarui 10 Feb 2016, 21:30 WIB
Direktur Proliga, Hanny S Surkatty (kiri) dengan Wianda Pusponegoro (Vice President for Corporate Communication PT. Pertamina). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah peserta Pertamina Proliga 2016 di bagian putri berkurang. Jika tahun lalu ada tujuh peserta, kini hanya lima tim yang akan ambil bagian di kompetisi bola voli kasta tertinggi di Indonesia itu.

Kelima tim putri tersebut adalah Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Elektrik PLN, Gresik Petrokimia, Jakarta PGN Popsivo, dan pendatang baru Bekasi BVN. Jakarta BNI Taplus dan Jakarta Bank DKI absen karena kontrak keikutsertaan di Proliga selama dua tahun telah habis. Sementara Manokwari Valeria Papua Barat mengundurkan diri.

Baca Juga

  • Berkat Jurnalis Ini, Keberadaan Messi 'Kantong Keresek' Ditemukan
  • Legenda Hidup Timnas : Evan Dimas Sudah di Jalur yang Benar
  • 6 Fakta Menarik Valencia vs Barcelona: Messi Absen

Direktur Proliga Hanny S Surkatty memastikan berkurangnya jumlah peserta di bagian putri tidak akan mengurangi persaingan. "Justru tambah banyak pemain-pemain bagus yang berkumpul di lima tim. Jadi kompetisi lebih ketat karena kekuatan merata," kata Hanny di sela-sela acara konferensi pers kick-off Pertamina Proliga 2016 di Jakarta, Rabu (10/2/2016).

Terkait Manokwari Valeria, Hanny mengatakan klub ini masih terikat kontrak dengan Proliga. Karena itu, pihaknya akan menjatuhkan denda sebesar Rp 1 Miliar. "Minggu depan kita kirimkan tagihannya," ucapnya.

Manokwari Valeria dinyatakan mengundurkan diri karena sampai batas yang ditentukan tidak mengirimkan daftar nama pemain. "Jika tidak mengirimkan nama pemain sampai tanggal 3 Februari, dianggap mengundurkan diri," jelas Hanny.

Senada dengan Hanny, pelatih Jakarta PGN Popsivo Muhammad Ansori menilai mundurnya Manokwari Valeria tak akan mengurangi peta persaingan di sektor. "Kekuatan hampir merata, mungkin hanya Bekasi BVN," ujarnya.

Ansori tidak sependapat jika berkurangnya peserta disebabkan stok pemain putri yang sangat terbatas. "Saya kira tidak. Di putri itu masih banyak pemain sebenarnya. Masalah sebenarnya adalah anggaran. Kalau anggarannya sekarang susah, lebih baik membina daripada memaksakan dan terhenti di tengah jalan, mending tidak usah," paparnya.

Untuk kompetisi Proliga yang berlangsung tiga bulan, Ansori mengatakan anggaran yang diperlukan sangat besar. "Untuk satu tim itu minimal Rp 5 miliar," ungkapnya.

Meski demikian, Ansori berharap pada tahun-tahun mendatang kompetisi Pertamina Proliga di bagian putri dapat diikuti tujuh tim. "Sebab akan lebih meningkatkan kualitas permainan dan juta timnas," pungkasnya.

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya