Liputan6.com, Los Angeles - Leonardo DiCaprio, yang saat itu masih berusia 19 tahun, memenggal seekor serangga yang ia dapat di depan rumahnya. Raut wajahnya yang kosong berubah drastis saat mendapati serangga tersebut tak bergerak lagi. Ia panik, lalu menangis meratapi kepergian sang serangga dengan teriakannya yang khas.
Tak hanya bagi kritikus, akting total Leo sebagai penyandang keterbelakangan mental di film bertajuk What's Eating Gilbert Grape itu sukses memukau para penikmat film.
Advertisement
Ya, setelah membuat kagum banyak orang lewat adu aktingnya dengan Robert De Niro di film This Boy's Life, Leo kembali mengejutkan banyak orang dengan nominasi pertamanya di Academy Awards.
Sebagai aktor, Leonardo DiCaprio memang tidak pernah bermain-main dengan kariernya. Film-film dengan kualitas tinggi macam The Quick and the Dead, The Basketball Diaries, Marvin's Room, hingga Titanic sukses menjadi jejak keberhasilannya di era '90-an.
Begitu juga setelah memasuki tahun 2000, ragam film besar seperti Catch Me If You Can, Gangs of New York, The Aviator, The Departed, Blood Diamond, Body of Lies, Revolutionary Road, Shutter Island, hingga Inception membuktikannya sebagai aktor yang serba bisa.
Maka tak heran, keputusan Academy Awards yang belum juga memberinya piala setelah memberi lima nominasi lantas jadi ironi tersendiri. Banyak fans yang mengolok-olok penghargaan tersebut karena dinilai kurang peka terhadap totalitas yang disuguhkan DiCaprio di hampir setiap filmnya.