Oli Tetap Bening Justru Bahaya untuk Mobil, Ini Alasannya

Saat oli diganti, maka oli tersebut haruslah kotor. Kekotoran inilah yang menandakan oli bekerja dengan baik.

oleh Rio ApininoDiterbitkan 27 Januari 2016, 19:01 WIB
Saat oli diganti, maka oli tersebut haruslah kotor. Kekotoran inilah yang menandakan oli bekerja dengan baik.

Liputan6.com, Jakarta - Mengganti oli adalah salah satu perawatan reguler pada kendaraan, termasuk mobil pribadi. Saat oli diganti, maka oli tersebut haruslah kotor. Kekotoran inilah yang menandakan oli bekerja dengan baik.

"Oli yang bagus itu yang warnanya berubah, misalnya setelah 10 ribu km. Itu artinya oli benar-benar membersihkan komponen internal mesin," ujar Ichsan Adi Permana, instructor technical training PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Baca Juga

  • Bisakah Oli Mobil Dipakai untuk Motor?
  • Kerja Oli Motor Lebih Berat Dibanding Mobil
  • Haram Campur Oli Mobil dengan Cairan Aditif, Ini Penjelasannya

Ichsan menambahkan, justru patut dicurigai jika oli tetap bening setelah digunakan sekian lama. Jika oli tetap bening, maka cairan tersebut sebetulnya tidak bekerja sebagaimana mestinya.

"Salah satu fungsi oli adalah membersihkan mesin. Kalau diganti oli masih bening, maka itu sebetulnya tidak cocok untuk mesin," terangnya.

Ichsan bertaruh, jika mesin yang olinya tetap bening setelah digunakan sekian lama, maka jika dibongkar kemungkinan kondisinya sangat kotor. "Jika komponen dibuka, saya yakin mesinnya kotor sekali," tambah Ichsan.

Untuk memilih oli mobil yang cocok, Ichsan menyarankan pengguna untuk mengikuti petunjuk yang ada di Buku Panduan atau menggunakan oli yang encer. "Trennya saat ini memang oli semakin encer. Ini dikarenakan komponen oli makin rapat," tutupnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya