Penari Pendet dalam Iklan Pariwisata Malaysia Protes

Penari Pendet yang masuk dalam iklan pariwisata Malaysia protes. Ia mengaku pengambilan gambar tari Pendet itu dilakukan di Bedugul, Bali, dan tidak dimaksudkan untuk iklan negara tetangga.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 25 Agustus 2009, 13:36 WIB
Liputan6.com, Bedugul: Dalam iklan pariwisatanya, Malaysia mempertontonkan tari Pendet sebagai budaya mereka untuk menarik wisatawan.

Liputan6.com, Bedugul: Dalam iklan pariwisatanya, Malaysia mempertontonkan tari Pendet sebagai budaya mereka untuk menarik wisatawan. Tapi ternyata, penarinya adalah warga Bali. Lokasi syuting pun ada di Indonesia. Hal ini diakui sang penari dalam iklan tersebut, Lusia Ni Made Lidia Merianti, baru-baru ini. Sekitar 12 tahun lalu, Lusia dan seorang temannya diminta untuk syuting menarikan tari Pendet oleh sebuah perusahaan rekaman, Bali Record. Sang penari mengaku, pengambilan gambar berlokasi di Bedugul, Bali, dan tidak dimaksudkan untuk iklan negara tetangga. Namun siapa sangka, tarian Lusia dan temannya kini muncul di iklan pariwisata Malaysia. Sontak sang penari pun protes. Hal itu juga yang mengusik hati Ni Ketut Cenik, salah seorang maestro tari Bali. Menurutnya, tari Pendet adalah tarian sakral di Bali, tari persembahan pada Tuhan. Sejarah pun menunjukkan, di era 1950-an, dua seniman Denpasar mengubah tari khusus perempuan ini menjadi seni pertunjukan. Tujuannya untuk menyambut para wisatawan yang berkunjung. Kini, kemarahan dan kecewa memenuhi bathin Ni Ketut Cenik. Ia tidak terima dengan klaim Malaysia. Usahanya melestarikan pendet dilakukan dengan mengajar tari di Institut Seni Indonesia. Harapannya, gubahan tari I Wayan Rindi, sang ayah, tak lekang dimakan waktu. Sementara pemerintah baru sibuk mengurus hak paten atas tari Pendet. Bagaimana nasib pendet, kebanggaan perempuan Bali? Selengkapnya, simak video berita berikut.(TES/LUC)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya