Jadi Juara MotoGP, Lorenzo Susah Diet

Apa yang membuat Lorenzo susah jaga makanan?

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 20 Januari 2016, 20:05 WIB
Jorge Lorenzo (kiri) saat acara perkenalan motor Yamaha YZR M1 (REUTERS/Albert Gea)

Liputan6.com, Jakarta - Jorge Lorenzo blak-blakan bicara soal persiapan jelang MotoGP 2016. Pembalap Movistar Yamaha ini mengaku persiapannya cukup minim dikarenakan padatnya jadwal kegiatan.

Jadi juara dunia MotoGP 2015, Lorenzo mengaku kesulitan untuk bersiap diri secara maksimal. Termasuk menjaga asupan makanan yang harus dimakan atau dihindari.

Baca Juga

  • Satu Pembalap MotoGP 'KO' di Lintasan Motocross
  • Everton Siap Lepas Lukaku ke MU, Jika...
  • Wonderkid Uruguay Bakal Jadi Rekrutan Pertama Zidane di Madrid

Pembalap asal Spanyol ini beber alasan mengapa dia kesulitan diet usai menjadi juara dunia MotoGP tahun lalu.

"Saat jadi juara, undangan dari dunia sangat banyak selama satu bulan setengah. Akibatnya Anda tak bisa berlatih dan tak bisa diet karena makanannya enak-enak," ujar pembalap asal Spanyol ini seperti dikutip situs resmi MotoGP.

"Itu membuat Anda jadi sedikit genduk dan bodi kurang banyak bergerak jadi sulit untuk memulai latihan lagi. Saat ini saya harus fitness lagi untuk mengembalikan kondisi fisik. Sedikit demi sedikit fisik saya membaik jelang MotoGP Qatar," katanya.


Bicara Motor

Sementara itu, Lorenzo mengindikasikan jika perubahan regulasi bakal mengubah segalanya di MotoGP 2016. Dia sedikit menyayangkan perubahan regulasi ini karena Yamah sedang bagus-bagusnya di tahun lalu.

"Perubahan regulasi bakal banyak mempengaruhi balapan. Kami raih triple juara musim lalu karena kami berkembang dibandingkan musim 2014. Itulah mengapa kami meraih banyak kemenangan, podium, dan poin," katanya.

Pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, saat menjadi juara dunia 2015. Pada klasemen akhir pebalap Spanyol itu sukses menyalip Valentino Rossi yang terkena penalti. (AFP/Jose Jordan)

Perubahan dalam hal Electronic Control Unit (ECU) paling membuat Lorenzo khawatir dengan kans juara di MotoGP 2016.

"Kekhawatiran utama kami saat ini adalah perangkat ECU. Perangkat ini membawa kita ke masa lalu, tapi semua tim juga mengalami hal yang sama. Agar bisa capai level tahun lalu, kami harus kerja keras," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya