Majalah Penuh Gambar Seksi Penthouse Setop Dicetak

Setelah malang melintang selama lebih dari setengah abad, salah satu majalah dewasa ternama Inggris, Penthouse 'tutup usia'.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 21 Jan 2016, 09:22 WIB
Majalah dewasa Penthouse versi cetak. (Penthouse)

Liputan6.com, London - Setelah malang melintang selama lebih dari setengah abad, salah satu majalah dewasa ternama Inggris, Penthouse 'tutup usia'. Bacaan tersebut tak akan lagi dimuat dalam versi cetak, melainkan dalam format digital saja dengan induk perusahaan FriendFinder Networks.

"Perubahan itu diperlukan agar Penthouse bersaing secara kompetitif di masa depan," jelas pihak perusahaan seperti dikutip dari TheVerge.com, Rabu (20/1/2016).

"Bayangkan kembali konten-konten yang disukai konsumsen saat ini, versi digital majalah Penthouse akan menggabungkan dan mengkonversi semua hal yang diketahui dan disukai pembaca dari majalah versi cetak ke dalam pengalaman digital," jelas FriendFinder Networks dalam sebuah pernyataan.

Langkah ini dilakukan setelah tahun 2015 lalu Playboy menghentikan penerbitan gambar wanita telanjang, sebagai bagian dari desain ulang yang rencananya akan diresmikan Maret ini. Chief content officer Playboy mengatakan, saat itu majalah barunya akan menampilkan gambar yang sedikit lebih mudah diakses dan lebih intim. Di internet, gambar sepenuhnya telanjang sudah ketinggalan jaman.

Langkah Penthouse tampaknya sedikit berbeda dengan Playboy, mengingat majalah tersebut hanya akan mempublikasinya dalam versi digital. Tetapi dalam kedua kasus majalan bergambar wanita seksi itu -- internet hampir pasti berperan besar.

Dalam kasus Penthouse ini, internet mengurangi sirkulasi majalah dari puncaknya yang mencapai 5 juta kopi per bulan.

Sebelumnya, majalah pria dewasa lain di Inggris -- FHM dan Zoo -- juga telah mengambil langkah tutup buku lebih dulu pada November 2015. 

Terkait perubahan yang dialami Penthouse, kantornya di New York akan ditutup dan pindah ke kantor FriendFinder di Los Angeles.

Selain menerbitkan Penthouse versi digital, FriendFinder juga mengoperasikan sejumlah situs kencan online termasuk JewishFriendFinder.com, SeniorFriendFinder.com, dan AsiaFriendFinder.com.

Perusahaan mengajukan perlindungan kebangkrutan pada tahun 2013.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya