Liputan6.com, Jakarta - Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan menyatakan, 4 anggota kelompok terorisme Sarinah telah meninggal dunia. Dua tewas saat bom bunuh diri dan dua sisanya tewas usai baku tembak dengan aparat kepolisian di Gedung Djakarta Theatre Sarinah, tak lama pasca-ledakan terjadi.
"Empat pelaku kelompok teror meninggal dunia. Dua bom bunuh diri, dua ditembak," kata Budi di Gedung Djakarta Theatre, Sarinah, Jalan MH Thamrin, Kamis (14/1/2016).
Dari tangan keempatnya, polisi mengamankan senjata api jenis FN, yang diduga digunakan pelaku saat beraksi layaknya koboi jalanan. Dia menegaskan, tak ada penyanderaan warga saat teror di kawasan Sarinah itu terjadi.
"Sementara kami temukan senjata jenis FN. Tidak ada (drama penyanderaan)," ujar Budi.
Teroris beraksi di jantung Jakarta pagi tadi. Sejumlah jalan protokol yang sehari-harinya ramai menjadi sepi karena beberapa jalan dikosongkan oleh pihak kepolisian pasca-terjadinya teror bom dan baku tembak di Sarinah.
Sementara Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengklaim, polisi berhasil menyergap 7 peneror di Sarinah.
Namun, Anton masih enggan membeberkan di mana saja lokasi-lokasi terduga teror itu ditangkap. Begitu pula tentang keterlibatan mereka dalam ledakan dan adu tembak dengan kepolisian.
"Saat ini situasi sudah terkendali, pelaku 7 orang. 3 Tertembak mati dan 4 dilumpuhkan dan ditangkap," kata Anton.
Advertisement