Mojokerto Menjadi Satu-satunya Kota Bebas KLB DBD

Keberhasilan ini didukung oleh keikutsertaan pihak pemerintah pusat di sejumlah daerah hingga masyarakat.

oleh Bella Jufita PutriDiterbitkan 13 Januari 2016, 10:00 WIB
Ilustrasi Demam Berdarah (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta Keberhasilan ini didukung oleh keikutsertaan pihak pemerintah pusat di sejumlah daerah hingga masyarakat. Maret 2015 lalu Kemenkes menerima laporan perihal Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Jawa Tengah.

Baca Juga

  • Hujan Mulai Berkurang, Waspada Demam Berdarah
  • Pertolongan Pertama pada Anak yang Kena DBD
  • Demam Berdarah Dengue Membayangi Seluruh Dunia

Sebanyak 38 kabupaten kota, 37 memang masih positif terhadap KLB DBD, namun satu diantaranya tidak melaporkan hal tersebut karena sukses melakukan pencegahan secara rutin.

Kota Mojokerto merupakan satu-satunya kota yang bebas dari KLB DBD, sebab Gubernur dari Mojokerto selalu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di setiap minggu sepanjang tahun, dan penduduk setempat terbiasa menjalankan aktivitas tersebut di setiap minggunya.

Akibat kejadian tersebut, lagi-lagi dr. H. Mohammad Subuh, MPPM sebagai pembicara utama dalam temu media di lingkungan Kemeterian Kesehatan, Selasa (12/01/2016) menekankan terhadap seluruh masyarakat di Indonesia tidak segan-segan untuk bersedia mencegah perkembangan nyamuk yang menjadi tujuan utaman dari PSN.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya