Guardiola Hilang Respek kepada Bayern

Tidak ada cinta sejati antara Guardiola dan Bayern.

oleh Antonius HermantoDiterbitkan 09 Januari 2016, 19:49 WIB
Josep Guardiola melakukan selebrasi usai Bayern Muenchen mencetak gol kelima (Reuters / Kai Pfaffenbach)

Liputan6.com, Muenchen- Teka-teki masa depan Pep Guardiola masih belum jelas. Setelah menyatakan tidak akan memperpanjang kontrak di Bayern Muenchen, Guardiola terang-terangan ingin merapat ke Liga Inggris. 

Spekulasi masa depan Guardiola terjawab setelah Carlo Ancelotti ditunjuk menjadi pelatih baru Munich di musim 2016. Pep beberapa waktu lalu membuat pernyataan, ingin meneruskan kiprahnya ke Premier League.

Tokoh sepak bola Jerman, Lothar Matthaus dibuat geram dengan pernyataan Guardiola. Ia menilai hal itu justru akan menjadi bumerang bagi Guardiola. 

Baca Juga

  • Lupakan Bale, MU Selangkah Lagi Datangkan Bintang Chelsea
  • Gotze Buka Peluang Tinggalkan Muenchen untuk Liverpool
  • Imbang Lawan Klub Divisi 4, Klopp Bela 'Anak Kemarin Sore'

"Guardiola dapat mengatakan apa saja yang ia mau, tapi itu akan menjadi situasi yang berbahaya baginya," kata Matthaus seperti dilansir Soccerway (9/1/2016)

Di mata Matthaus, pernyataan Guardiola tersebut bakal menimbulkan perpecahan di dalam tim. Padahal, mantan pelatih Barcelona itu memiliki peluang untuk mengantarkan Die Roten juara Bundesliga tiga kali beruntun."Guardiola akan memiliki lima bulan sulit di Muenchen. Tidak akan ada arti cinta sejati antara Guardiola dan Muenchen."

Keputusan Guardiola membuat klub-klub besar Liga Inggris seperti Manchester City, Chelsea, dan Manchester United ramai -ramai ingin menggunakan jasanya. Namun, City menjadi kandidat kuat tim Guardiola selanjutnya. 

Skuat 'mewah' The Citizens di masa depan, menurut Matthaus membuat Guardiola kehilangan respek terhadap Bayern. 

"Skuat Manchester City di masa depan terlalu dianggap penting oleh Guardiola ketimbang Bayern Muenchen," Matthaus menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya