Liputan6.com, Tashkent - Tamerlane atau dikenal dengn Temur, atau Timur Leng atau Timur si Pincang adalah seorang penakluk dan penguasa keturunan Turki-Mongol dari wilayah Asia Tengah, yang terkenal pada Abad ke-14, terutama di Rusia selatan dan Persia.
Wilayah kekuasaannya sekarang dikenal dengan Uzbekistan. Temur dikenal kejam, menurut ahli sejarah, ia dipercaya telah membunuh 5 persen dari populasi dunia saat itu.
Meski terkenal bengis, ia meninggalkan sejarah yang indah tak terkira. Tak disangka, ia memiliki cita rasa seni arsitektur yang tinggi. Dan pada 5 Januari 2016, 25 tahun kemerdekaann Uzbekistan, negara itu telah membuat penguasa kontroversial menjadi pahlawan terbesar nasional dengan mengembalikan banyak struktur arsitektur yang ia bangun.
Baca Juga
- Ini 10 Tanda Anak yang Memiliki IQ Tinggi
- Terjemahkan 'Russian' sebagai 'Penjajah', Google Minta Maaf
- Terkuak, Orang Romawi Kuno 'Wariskan' Kutu Kemaluan dan Parasit
Advertisement
Samarkand, kota gurun yang merupakan ibukota kerajaan global Tamerlane ini, adalah kota kekaisaran nan eksotis, penuh istana dan masjid, madrasah dan makam. Menara yang menjulang dan kubah besar. Bangunan itu dihiasi dengan ubin biru hiasan berusia ratusan tahun.
Salah satu bangunan yang megah adalah pekuburan Shah-i-Zinda, yang dibangun antara abad ke-11 dan ke-19. Ini rumah makam kerabat dari Tamerlane, yang menurut legenda, masih bersepupu dengan Nabi Muhammad.
Masjid Besar dan Jantung Kerajaan
Arsitektur luar biasa itu dibangun dalam skala mengejutkan. Disebut Masjid Samarkand. Adapun bangunan bersejarah lainnya adalah menara di atas kota modern. Misalnya, masjid Bibi Khanum, yang dibangun Tamerlane setelah kampanye di India pada penutupan Abad ke-14.
Awalnya dibangun menggunakan 450 kolom marmer dengan bantuan hampir 100 gajah, seperti dilansir dari BBC.
Meskipun Tamerlane mendirikan sebuah kerajaan yang membentang dari India ke Turki, dan Rusia ke Arab Saudi, jantung kekuasaannya adalah Registan (atau tempat berpasir dalam bahasa Persia ) di Samarkand. Lapangan ini dulunya rumah bagi proklamasi kerajaan - dan tempat eksekusi penjahat di depan masyarakat umum, sekarang dijadikan lokasi acara-acara besar termasuk festival musik.
Samarkand adalah kota kubah, beberapa di antaranya lebih indah jika dilihat dari dalam. Tersebar di seluruh penjuru langit, kubah ini menjulang dan merupakan wasiat warisan arsitektur Tamerlane. Kota itu menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO. Salah satunya adalah Tilla Kari atau 'emas tertutup', bagian dari kompleks Registan.
Mirzo Ulugbek, cucu Tamerlane dan penguasa ketiga dalam kekaisaran, adalah seorang ahli matematika dan penyair - dan intelektual jauh lebih baik daripada Timur. Dia digulingkan oleh anaknya yang memerintahkan pemancungan dan menguasai kerajaannya.
Warisan Ulugbek ini paling terlihat pada sisa-sisa Observatorium Ulugbek, yang dibangun pada 1428.
Pemerintah kota menuangkan miliaran soms dari kas negara ke dalam memulihkan situs bersejarah Samarkand, termasuk pintu masuk observatorium. Untuk pemeliharaan, pekerjaan dilakukan oleh perempuan lokal, yang menyapu dan mengepel dengan semangat yang besar.
Timur Lenk sendiri meninggal pada 1405. Dia dikuburkan di pemakaman megah Gur-Emir Mausoleum.
Tempat peristirahatan terakhirnya tak kalah menakjubkan. Dipenuhi banyak emas dan salah satu bagian terbesarnya dihiasi batu giok.