Liputan6.com, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat terdapat 18 kargo gas alam cair (LNG) yang tidak terserap pada tahun lalu.
Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengaku pusing karena tidak terserapnya LNG yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri tersebut. Pasalnya, tidak ada fasilitas penampung LNG yang bisa menampungnya.
"Kira-kira 18 kargo (yang tidak terserap) dan yang saya terus terang pusing. Makanya pengusaha harus bangun FSRU (terminal gas terapung)," kata Amien di Kantor SKK Migas, Jakarta, Selasa (5/1/2015).
Baca Juga
- Perpres Penurunan Harga Gas untuk Industri Terbit Januari 2016
- Dulu Diabaikan, Kini Gas Jadi Buruan
- Butuh Rp 273 Triliun Bangun Infrastruktur Gas di RI
Advertisement
Amien mengungkapkan, tidak terserapnya gas tersebut disebabkan oleh calon pembeli yang belum pasti dan infrastruktur gas yang belum memadai.
"Kami khawatir gas yang belum terkontrak untuk dalam negeri tapi nyatanya belum siap karena fasilitas yang tidak memadai," tutur Amien.
Amien menyebutkan, alokasi gas domestik pada 2015 mencapai 3,848 miliar british thermal unit per hari (bbtud) atau 53 persen dari total produksi gas. Sedangkan gas yang diekspor 3,063 bbtud. Alokasi gas domestik tersebut meningkat dari tahun sebelumnya 3,785 bbtud.
"Alokasi gas domesitik mengalami peningkatan rata-rata 9 persen sejak 2003 hingga 2015," jelas Amien. (Pew/Ndw)