Tekanan IHSG Bakal Terbatas di Awal Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 4.425-4.500 pada Senin pekan ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Desember 2015, 07:20 WIB
Peserta mengikuti cara berinvestasi Mandiri Skuritas di Bursa Efek Jakarta, Selasa (17/11). Mandiri Sekuritas terus mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih dapat melanjutkan tekanan pada perdagangan saham di awal pekan ini. Sentimen nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan bursa saham regional akan mempengaruhi IHSG.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan menuturkan tekanan IHSG masih ada di awal pekan meski tidak sebesar pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu. Hal itu lantaran nilai tukar rupiah masih dapat menguat. Akan tetapi, pergerakan IHSG juga tergantung dari bursa saham regional.

"Kalau bursa saham regional bagus maka IHSG alami penguatan secara teknikal. IHSG akan bergerak di kisaran 4.425-4.500," ujar Alfred saat dihubungi Liputan6.com, Senin (21/12/2015).

Baca Juga

  • Rupiah Menguat ke 13.882 per Dolar AS, IHSG Melemah 87 Poin
  • Ikuti Bursa Asia, IHSG Koreksi 43 Poin
  • Bursa Saham Asia Merosot Sambut Akhir Pekan

Alfred menuturkan, saat ini cenderung sepi sentimen usai sejumlah rilis data ekonomi baik dalam negeri dan luar negeri yang sudah dirilis. Bank sentral AS juga telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan 0,25 persen-0,50 persen.

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, IHSG berpotensi mengalami tekanan tetapi terbatas. IHSG sedang menguji level support 4.442 dan target resistance terdekat di 4.560. Level itu perlu digapai untuk kembali memperkuat pola kenaikan IHSG.

Untuk rekomendasi saham, Alfred memilih saham yang dapat dicermati pelaku pasar seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk jangka pendek.

Sedangkan William memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF0, dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 18 Desember 2015, IHSG melemah 87,31 poin atau 1,92 persen ke level 4.468,65. Indeks saham LQ45 susut 2,54 persen ke level 770,86. Sebagian besar indeks saham acuan melemah kecuali indeks saham DBX naik 0,06 persen ke level 663,16. (Ahm/Igw)

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya