Microsoft Perkuat Posisinya di Tiongkok

Microsoft kembali memperkuat posisinya di Tiongkok dengan menyediakan Windows 10 langsung ke pemerintah setempat.

oleh M HidayatDiterbitkan 18 Desember 2015, 09:54 WIB
Ilustrasi Microsoft (Liputan6.com/Sangaji)

Liputan6.com, Jakarta - Usai menandatangani kesepakatan dengan Tiongkok pada September lalu, Microsoft kembali memperkuat posisinya di negeri berjuluk Tirai Bambu itu. Kali ini, menurut informasi yang dikutip dari The Verge, Jumat (18/12/2015), Microsoft menyediakan Windows 10 langsung ke pemerintah Tiongkok.

Perusahaan teknologi yang bermarkas di Redmond, Washington tersebut mengumumkan perusahaan patungan (joint venture) baru yang akan memberi lisensi, menyebarkan, mengelola, dan mengoptimalkan versi kustom dari Windows 10 untuk instansi pemerintah.

Adapun joint venture yang berbasis di Tiongkok tersebut-- sementara disebut C & M Technologies -- ini masih menunggu persetujuan dari regulator terkait, tapi Microsoft mengatakan, selain instansi pemerintah, pihaknya akan melayani badan usaha milik negara di bidang infrastruktur utama, seperti energi, telekomunikasi, dan transportasi.

Microsoft bekerja sama dengan China Electronics Technology Group (CTEC) untuk joint venture tersebut, yang mana dua entitas itu sebelumnya mengumumkan kemitraan pada September dengan tujuan membantu Microsoft memperkuat pijakannya di Tiongkok.

Baca Juga

  • 'Belajar' dari Kasus Pengadilan, Detektor Kebohongan Kian Canggih
  • Sony Gandeng Hideo Kojima Garap Game PS4
  • Keren, Dompet Ini Bisa Isi Daya Ponsel

Selama beberapa tahun terakhir Microsoft telah membuat kemajuan yang mantap di pasar Cina yang menguntungkan, melalui kesepakatan dengan perusahaan besar Tiongkok seperti Tencent, Lenovo, dan Xiaomi. Tetapi Microsoft masih memiliki masalah besar dengan orang yang menggunakan Windows bajakan.

Bukan hanya itu, citra perusahaan telah tercoreng oleh kekhawatiran keamanan konsumen Tiongkok yang memandang perangkat lunak asing sebagai cara untuk memata-matai kegiatan mereka sehubungan dengan skandal mata-mata Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat.

(Why/Cas)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya