Liputan6.com, Los Angeles - Katy Perry tumbuh di keluarga yang konservatif. Di rumahnya, ia dilarang untuk membaca novel maupun menonton film Harry Potter.
"Saya tahu Harry Potter, tapi saya tak pernah membaca bukunya, maupun menonton filmnya, saya dilarang membaca bukunya," kata Katy Perry seperti dilansir music-news.com, Kamis (17/12/2015).
Baca Juga
- Masih Laku, Thriller Michael Jackson Tembus 30 Juta Kopi di AS
- Cegah Donald Trump jadi Presiden, Will Smith akan Calonkan Diri
- Basis Hengkang, Paramore Tersisa 2 Orang
Advertisement
"Beranjak dewasa, saya tidak diperbolehkan memiliki hal-hal berbau fantasi di sekitar saya. Lucunya, sekarang saya malah memiliki parfum bertema racun magis," lanjutnya.
Katy Perry, sebelum menjelma menjadi bintang pop dunia, mengawali kariernya sebagai penyanyi gospel dengan nama Katy Hudson. Namun sayang, kariernya tak berjalan mulus.
Dan meski mengaku tak serelijius kedua orangtuanya, pelantun The One That Got Away tersebut berujar kalau ia selalu bersyukur kepada Tuhan atas pencapaiannya setiap hari.
"Saya tetap merasa memiliki hubungan yang dalam dengan Tuhan. Saya selalu berdoa setiap saat. Untuk pengendalian diri, untuk merendahkan diri. Ada banyak rasa syukur. Berterima kasih lebih baik daripada selalu meminta," tandas Katy Perry.