Produksi Gas PHE ONWJ Lampaui Target

Langkah yang dilakukan PHE ONWJ untuk mendukung‎ produksi dengan pengembangan lapangan baru.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 16 Desember 2015, 10:46 WIB
Salah satu anjungan PAPA, Flowstation Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang ada di lepas pantai Karawang, Jabar, (28/7/2014). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mencatat‎ produksi minyak perusahaan sampai akhir tahun mencapai 40.069 barel per hari (bph) dan gas 178,3 MMSCFD. Dari angka ini hanya produksi gas yang melampaui target.

General Manager PHE ONWJ Irwansyah mengatakan, meski harga minyak dunia menurun, pihaknya berkomitmen menunjukkan kinerja terbaik dalam mendukung sektor minyak dan gas bumi nasional dengan meraih target produksi dengan maksimal.

"Target kita 40.500 bph, itu untuk minyak. Gas di atas target sekarang hampir 179 MMSCFD, di atas 100 persen target kita, 176 MMSCFD. Kami bersyukur dengan pencapaian yang cukup menggembirakan untuk mendukung kinerja industri ini," kata dia di Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Baca Juga

  • RI Targetkan Produksi Minyak 830 Ribu Barel per Hari pada 2016
  • Pengiriman Minyak Blok Cepu ke Kilang Pertamina Mulai Hari Ini
  • Blok Cepu Andalan Jokowi Penuhi Target Produksi Minyak


Dia mengungkapkan, langkah yang dilakukan PHE ONWJ untuk mendukung‎ produksi dengan pengembangan lapangan baru, yaitu lapangan GG yang telah berhasil beroperasi pada 2014 berlokasi di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Proyek senilai ‎US$ 165 juta ini meliputi pembangunan 1 anjungan lepas pantai GGA, pemborang 3 sumur gas, pembangunan pipa bawah laut 12 inci sepanjang 35 km, dan pembangunan 1 fasilitas proses di darat OPF Balongan.

‎Menurut Irwansyah, penurunan harga minyak dunia hingga menyetuh level US$ 35 per barel, menjadi tantangan tersendiri bagi PHE ONWJ. Untuk menghadapinya, cucu usaha PT Pertamina (Persero) tersebut merevisi program kerja. ‎"Kami harus menyusun ulang program kerja akibat rendahnya harga minyak dunia‎," pungkas dia. (Pew/Nrm)*

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya