Liputan6.com, Jakarta: Nasib gubernur Maluku Utara terpilih Abdul Gafur masih belum jelas. Sebab, DPRD setempat tetap akan memilih ulang gubernur, meski Mahkamah Agung telah memfatwakan, pemilihan Gafur sebagai gubernur telah sesuai dengan mekanisme. Alasannya, Gafur dan calon wakil gubernur yang menjadi pasangannya, Yamin Thawari melakukan politik uang. Demikian diungkapkan Pejabat Sementara Gubernur Maluku Abdul Muhyi Efendi, di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Muhyi, DPRD Maluku Utara telah menyiapkan sejumlah agenda pemilihan ulang dan pelantikan gubernur baru yang dijadwalkan selesai akhir 2001. Hal ini dilakukan lantaran dikhawatirkan ketidakpastian soal pemilihan gubernur yang berlangsung Juli silam dapat mengganggu kestabilan politik dan keamanan di Maluku Utara. Termasuk di antaranya, tambah Muhyi, rencana pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan darurat sipil di Maluku Utara.(AWD/Mahmud dan Prihandoyo)
Menurut Muhyi, DPRD Maluku Utara telah menyiapkan sejumlah agenda pemilihan ulang dan pelantikan gubernur baru yang dijadwalkan selesai akhir 2001. Hal ini dilakukan lantaran dikhawatirkan ketidakpastian soal pemilihan gubernur yang berlangsung Juli silam dapat mengganggu kestabilan politik dan keamanan di Maluku Utara. Termasuk di antaranya, tambah Muhyi, rencana pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan darurat sipil di Maluku Utara.(AWD/Mahmud dan Prihandoyo)