Liputan6.com, Yogyakarta Menyenangkan melihat langsung mereka berkumpul lagi. Cinta, Karmen, Maura dan Milly duduk bersila di sebuah warung lesehan gudeg di Yogyakarta. Ada momen emosional hari itu. Karmen sedang punya masalah. Tiga sahabatnya menghiburnya.
"Terima kasih kalian sangat perhatian sama gue," ujar Karmen. Keempatnya lalu berpegangan tangan, menundukkan kepala seperti memanjatkan doa.
Advertisement
Momen tersebut mengingatkan kita pada momen empat belas tahun lalu. Tempatnya di kamar di rumah Cinta. Waktu itu Alya tengah bersedih. Ia bercerita baru dipukul ayahnya pada Cinta, Karmen, Maura dan Milly. Alya lalu dihibur keempat sahabatnya. Sejurus kemudian mereka berjoget.
Dulu kita melihat mereka di bioskop di Ada Apa dengan Cinta? (AAdC?, 2002). Sekarang saya menyaksikan sendiri Geng Cinta, begitu kita kini akrab menyebutnya, berkumpul lagi untuk sekuelnya, Ada Apa dengan Cinta? (AAdC) 2. Empat belas tahun lalu ada Alya. Sekarang Alya absen. Namun persahabatan geng Cinta tak surut meski ada yang tak hadir.
AAdC sukses menjadi film fenomenal di Tanah Air. Film garapan Rudy Soedjarwo tersebut membuat sosok Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) begitu melekat di hati penggemar. Hingga kini, peran keduanya sebagai anak SMA masih jelas terbayang di ingatan. Jika generasi 1980-an punya Galih dan Ratna, generasi 2000-an punya Cinta dan Rangga.