Liputan6.com, Manchester - Manchester City terancam akan mendapat sanksi dari UEFA. Ini akibat ulah suporternya yang mencemooh anthem (lagu) Liga Champions.
Namun, menurut Vincent Kompany, sanksi itu seperti sebuah lelucon, karena mereka juga sering mengalami kasus pelecehan rasisme.
Kejadian itu bermula saat pertandingan kualifikasi grup Liga Champions, yang mempertemukan City kontra Sevilla 22 Oktober 2015 lalu, di Etihad Stadium. Saat pertandingan akan dimulai fans City mencemooh anthem Liga Champions.
Diduga, aksi ini dilakukan suporter City sebagai bentuk protes sanksi financial fair play yang dijatuhkan UEFA kepada The Citizen pada musim lalu.
Baca Juga
- Honda Bantah Marquez Sengaja Hadang Rossi di Sepang
- Usai Temui Presiden Jokowi, FIFA: Kami Datang untuk Cari Solusi
- Gelandang Chelsea Ini Setia di Belakang Mourinho
Advertisement
"Ini sebuah lelucon, kami telah memainkan banyak pertandingan di Eropa, dimana telah terjadi kasus pelecehan rasisme dan kami harus menerima itu," ujar Kompany dilansir oleh Soccerway.
"Jadi jika ini tidak dapat dibenarkan, tidak ada yang suci tentang lagu Liga Champions. Jika fans tidak senang tentang itu, mereka diizinkan untuk menunjukkan ketidakpuasan mereka," sambung pemain Belgia tersebut.
Saat ini City memiliki 10 pemain berkulit hitam. Ini membuat tim kota Manchester ini rentan terkena pelecehan rasisme yang dilakukan supoter tuan rumah, jika City harus bermain tandang.(Gir/Ian)