Liputan6.com, Yerusalem: Sejumlah arkeolog asal Israel menemukan goa bawah tanah di Tanah Suci (Holy Land), Yerusalem, Minggu (21/6) waktu setempat. Goa seluas sekitar 4.000 meter persegi ini terkubur sepuluh meter di bawah gurun dekat kota Jericho, Palestina. Salah satu arkeolog, Adam Zertal memperkirakan goa ini dibuat sekitar 2.000 tahun silam dan telah digunakan selama setengah milenium.
Ruangan utama goa yang memiliki tinggi sekitar tiga meter itu ditopang oleh 20 pilar dan memiliki banyak simbol terukir di sejumlah dinding. Simbol itu berupa ukiran salib dan beberapa emblem zaman Romawi. Zertal mengatakan, butuh waktu sekitar tiga bulan untuk mendata secara detail semua hal, termasuk membuat peta goa.
Zertal menduga, batuan dari goa ini telah digunakan untuk membangun beberapa infrastruktur seperti rumah dan gereja di daerah sekitar Tanah Suci. Namun, ia mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapat kepastian tersebut.Menurutnya, goa ini mungkin dapat menjadi situs wisata bawah tanah terbesar di Tanah suci. (AND/Reuters)
Ruangan utama goa yang memiliki tinggi sekitar tiga meter itu ditopang oleh 20 pilar dan memiliki banyak simbol terukir di sejumlah dinding. Simbol itu berupa ukiran salib dan beberapa emblem zaman Romawi. Zertal mengatakan, butuh waktu sekitar tiga bulan untuk mendata secara detail semua hal, termasuk membuat peta goa.
Zertal menduga, batuan dari goa ini telah digunakan untuk membangun beberapa infrastruktur seperti rumah dan gereja di daerah sekitar Tanah Suci. Namun, ia mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapat kepastian tersebut.Menurutnya, goa ini mungkin dapat menjadi situs wisata bawah tanah terbesar di Tanah suci. (AND/Reuters)