Perjuangan Wanita si Pelukis Sento di Jepang

oleh Fery PradoloDiterbitkan 14 Oktober 2015, 19:00 WIB
20151014-Perjuangan Wanita si Pelukis Sento di Jepang
Mizuki Tanaka saat sibuk melukis pemandangan Gunung Fuji di tembok suatu pemandian air panas atau sento di pusat kota Tokyo,Jepang, Jumat (2/10/2015). Hanya ada tiga orang di Jepang yang masih berprofesi sebagai pelukis sento. (REUTERS/Issei Kato)
Mizuki Tanaka saat sibuk melukis pemandangan Gunung Fuji di tembok suatu pemandian air panas atau sento di pusat kota Tokyo,Jepang, Jumat (2/10/2015). Hanya ada tiga orang di Jepang yang masih berprofesi sebagai pelukis sento. (REUTERS/Issei Kato)
Mizuki Tanaka tersenyum usai menyelesaiakan lukisannya di salah satu pemandian umum, Tokyo,Jepang, Senin (5/10/2015). Ia merupakan seorang pelukis "sento" atau pemandian air panas untuk umum di Jepang. (REUTERS/Issei Kato)
Dua orang pria sedang mandi di salah satu pemandian umum , Tokyo,Jepang, Senin (5/10/2015) .Kini pemandian air panas umum di jepang hanya tersisa 700 tempat bila dibandingkan dengan tahun 1960 lalu. (REUTERS/Issei Kato)
Dua orang pria berendam di salah satu pemandian umum di pusat kota Tokyo,Jepang, Senin (5/10/2015). Tempat pemandian umum di Jepang akan dijadikan suatu objek wisata untuk menarik kembali para wisatawan asing dan dalam negeri. (REUTERS/Issei Kato)
Mizuki Tanaka saat sibuk melukis gambar pemandangan Gunung Fuji di tembok suatu pemandian air panas atau sento di pusat kota Tokyo,Jepang, Jumat (2/10/2015). Hanya tersisa tiga orang di Jepang yang berprofesi sebagai pelukis sento. (REUTERS/Issei Kato)
Sejumlah orang tampak bersantai dan menikmati mandi di suatu pemandian umum di pusat kota Tokyo,Jepang, Senin (5/10/2015). Pemandian air panas di Jepang akan dijadikan tempat wisata menjelang Olimpiade 2020 di Tokyo. (REUTERS/Issei Kato)
Pantulan gambar menampilkan Mizuki Tanaka sibuk melukis dengan dibantu rekannya salah satu pemandian umum di pusat kota Tokyo,Jepang, Jumat (2/10/2015). Hanya tersisa tiga orang di Jepang yang berprofesi sebagai pelukis sento. (REUTERS/Issei Kato)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya