Liputan6.com, Aden, Yaman - Tepat hari ini, pada 15 tahun lalu, sekitar 6 awak kapal berkewarganegaraan Amerika Serikat tewas di tempat setelah bom berkekuatan dahsyat menghancurkan kapal perang USS Cole. Selain itu, 8 orang hilang dan 36 lainnya terluka.
Menurut laporan CNN, aksi bom bunuh diri ini terjadi di Pelabuhan Aden, Yaman, ketika awak kapal sedang sibuk mengurusi perbekalan bahan bakar dan cadangan makanan. Tiba-tiba, duar...! Bom meledak dan menghancurkan kapal.
Berdasarkan hasil penyelidikan, bom diledakkan oleh beberapa orang yang naik perahu kecil. Secara perlahan, pelaku bunuh diri mendekati USS Cole dan meledakkan bomnya.
Saksi mata menuturkan, kekuatan ledakan begitu besar, sampai memekikkan telinga orang-orang di pelabuhan. Bahkan gedung di kawasan kota dekat pelabuhan bergetar.
Sebagian besar bagian kapal USS Cole hancur. Kerusakan mencapai 12 meter di sisi kiri kapal penghancur yang beroperasi untuk mengawasi pelaksanaan sanksi yang dilancarkan PBB untuk Irak tersebut.
Presiden Amerika Serikat Bill Clinton pun berang. Dia menyebut aksi tersebut merupakan tindakan terorisme yang tak bisa dibiarkan. "Ini perbuatan terkutuk dan pengecut," ujar Clinton, seperti dimuat laman BBC on This Day. "Kami akan temukan siapa pelaku dan otak pengeboman ini."
Awalnya, pemerintah Yaman menduga ledakan di USS Cole adalah sebuah kecelakaan. Namun kemudian AS meyakini bahwa Osama bin Laden berada di balik serangan ini.
Pada 1 Maret 2001, dalam tayangan stasiun televisi Al-Jazeera, Osama bin Laden membacakan puisi yang menyebut insiden di USS Cole. "Di Aden, pemuda berdiri untuk perang suci, menghancurkan kapal penghancur yang selama ini dikenal menakutkan," begitu kata Osama.
Selain itu, video yang tersebar di internet menunjukkan pengikut Osama bernyanyi gembira dengan meneriakkan, "Terima kasih Tuhan telah mengabulkan kemenangan kami pada hari, kami menghancurkan Cole di laut."
Pada Desember 2000, aparat Yaman menangkap beberapa tersangka yang diduga terkait pengeboman USS Cole, yakni Fahd al-Quso dan Jamal al-Badawi. Pada November 2002, Amerika Serikat menangkap tersangka lain Abd al Rahim al-Nashiri yang dinyatakan sebagai tersangka otak pengeboman USS Cole. April 2003, otoritas Pakistan menangkap satu tersangka USS Cole lain, yakni Walid bin Attash.
Pada 29 September 2004, hakim di Yaman menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Jamal al-Badawi dab Abd al Rahim al-Nashiri lantaran dinyatakan terbukti berperan dalam pengeboman USS Cole. Sementara, tersangka lain dihukum lebih ringan, seperti Fahd al-Quso yang divonis dihukum 10 tahun penjara. Hakim juga mengatakan para terdakwa merupakan anggota Al-Qaeda.
Sejarah lain mencatat pada 12 Oktober 1901, Presiden AS Theodore Roosevelt untuk yang kali pertama, secara resmi memperkenalkan nama Gedung Putih. Selain itu, pada 12 Oktober 2002 terjadi peristiwa Bom Bali 2002, yang meledakkan 2 klub malam di Kuta hingga menewaskan 202 orang. (Ras/Ans)*
Advertisement