Sriwijaya vs Arema: Kesempatan Terakhir

Leg kedua antara Sriwijaya FC kontra Arema akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, petang ini.

oleh Cakrayuri NuralamDiterbitkan 11 Oktober 2015, 06:36 WIB
Laga semifinal Piala Presiden Arema Cronus vs Sriwijaya FC (Yoppy Renato/Liputan6)

Liputan6.com, Solo - Episode ketiga duel Arema Cronus Vs Siwijaya FC di Piala Presiden 2015 bakal tersaji di Stadion Manahan, Solo, Minggu (11/10/2015). Kali ini, kedua tim akan bertemu lagi pada leg kedua babak semifinal.

Tidak seperti dua pertandingan sebelumnya, kali ini yang kalah bakal tersingkir dari persaingan meraih gelar juara. Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim untuk melanjutkan langkah menuju babak final Piala Presiden.

Trilogi duel Arema Vs SFC diawali dari babak penyisihan. Pada fase ini, Sriwijaya harus menyerah 1-3 dari Singo Edan. Meski demikian, Sriwijaya tetap tampil sebagai juara grup dan melaju ke 8 besar.

Kedua tim kembali bertemu di leg pertama babak semifinal, pekan lalu. Tampil di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, Malang, Singo Edan dipaksa bermain imbang 1-1.

Dan akhir pekan nanti, Sriwijaya berstatus sebagai tuan rumah dalam pertandingan di Stadion Manahan Solo. Laskar Wong Kito terpaksa menjadi tim musafir lantaran Stadion Jakabaring, Palembang dipenuhi kabut asap. Sriwijaya hanya perlu mendapatkan hasil imbang 0-0 untuk memastikan langkah ke partai puncak.

Tapi mereka perlu berhati-hati. Sebab, hasil imbang di atas skor 1-1 bakal membuat Arema melanggang ke partai puncak karena Singo Edan memiliki keunggulan produktivitas gol tandang. Karena itu, kemenangan bakal membuat Sriwijaya nyaman melenggang ke partai puncak. Kemenangan dengan skor berapapun bakal membawa Sriwijaya ke final.

Menatap pertandingan ini, pelatih Sriwijaya FC, Benny Dollo meminta tim untuk mengoptimalkan setiap peluang agar menjadi gol. Dia menilai, masalah penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah tim menatap pertandingan ini. "Saya ingin kami meraih kemenangan. Jadi ini masalah yang harus dituntaskan."

Kendati pelatih kondang di Tanah Air ini menginstruksikan pemain tampil menekan sejak menit awal, namun tidak salah memprediksi, Bendol bakal tetap meminta tim bermain bertahan mengingat tim asal Sumatra Selatan ini cuma perlu hasil imbang tanpa gol. Berkaca dari statistik dari babak penyisihan grup, Sriwijaya termasuk tim yang minim kebobolan. Di perempat final, Sriwijaya juga kebobolan satu gol. Total, gawang Sriwijaya baru kemasukan 4 gol selama 6 pertandingan Piala Presiden. Torehan gol yang terhitung kecil karena rata-rata kebobolan 0,16 di setiap pertandingan.

Lanjut Baca:

Pola defensif yang diperagakan Bendol menjadi senjata bagi Sriwijaya untuk meredam gempuran Arema. Terbukti, Arema dibuat tidak berkuti di leg pertama lalu meski memimpin penguasaan bola. Meski memiliki pertahanan bagus, Bendol tidak berharap adu penalti. Ya, drama tersebut berpeluang terjadi bila skor di leg 2 nanti berakhir imbang 1-1."Kami tidak mengharapkan berakhir dengan penalti. Meski demikian, kami sudah melakukan latihan (penalti) juga," jelas mantan pelatih Persita Tangerang tersebut. Bendol pun menegaskan, timnya tidak akan memarkir bus demi lolos ke babak final Piala Presiden. "Saya menekankan pada anak-anak bahwa hasil seri kemarin (di Malang) jangan dianggap enteng lalu membuat pemain lengah dan terlena sehingga tampil bertahan dan bertahan. Itu tidak ada, karena harus seimbang," ujar Bendol.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya