Deretan Kuda Pacu Yamaha Valentino Rossi dari Masa ke Masa

YZR-M1 identik dengan The Doctor.

oleh Rejdo PrahanandaDiterbitkan 08 Oktober 2015, 15:13 WIB
Yamaha menurukan YZR-M1 model 2015 untuk digeber Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Liputan6.com, Jakarta Valentino Rossi berpeluang besar merebut gelar juara MotoGP 2015. Julukan tua-tua keladi, makin tua makin jadi rasanya tepat ditujukan buat rider berusia 36 tahun tersebut. Tentu, keberhasilan Rossi ini tidak sendiri. Sukses The Doctor dibantu performa gahar si Kuda Besi, YZR -M1.

Musim ini, bersama YZR-M1, rider asal Italia itu merebut 4 podium pertama yang membuat pembalap berinisial VR46 itu kini bertengger di peringkat pertama klasemen pembalap. Selama 2 periode memperkuat Tim Garputala, Rossi selalu sukses merebut gelar juara dunia. Bahkan, di periode perdana bersama Yamaha tahun 2005, Rossi langsung merebut gelar juara. Sejak saat itu, campur tangan Rossi membuat motor semakin buas tidak dapat dipisahkan.

YZR-M1 pengembangan dari motor YZR 500 yang memasuki masa pensiun setelah bertugas selama 29 tahun di arena balap roda dua kelas premier. Perubahan paling mencolok terletak pada volume silinder mesin dari 500cc ke 1000cc diikuti dengan perubahan langkah dapur pacu dari 2 tak menjadi 4 tak mengikuti regulasi baru MotoGP.

Evolusi YZR-M1 terus mengalami perkembangan selama lebih dari dekade. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2002, Yamaha YZR-M1 sudah mengantarkan dua pembalap berbeda, Rossi dan Jorge Lorenzo tampil sebagai juara di kelas para Raja. Sebagai salah satu motor bersejarah di arena balap MotoGP, YZR-M1 mengalami beberapa evolusi. Penasaran dengan perubahan YZR-M1 dari masa ke masa, berikut ulasannya.


Generasi Pertama

YZR M1 Generasi Satu

Generasi Pertama

YZR-M1 generasi pertama diluncurkan pada 2002. Ketika itu, YZR-M1 masih menggunakan sasis dari Yamaha YZR 500. Insinyur Yamaha menamai program ini Mission One. Fokus pengembangan tertelak pada pengembangan mesin 4 langkah.

Teknisi Yamaha merancang arm yang lebih panjang dengan sumbu roda yang lebih pendek. Selain fokus pada mesin, Yamaha membuat mesin dengan sistem manajemen elektronik untuk membantu pembalap ketika melakukan pengereman. Pada masa ini, Yamaha juga mengganti sistem injeksi pada motor balap mereka dengan menggunakan idle control system (ICS).

Lanjut Baca:

Max Biaggi dan Carlos Checa menjadi rider pabrikan Yamaha. Pada musim balap musim 2002, Biaggi sukses merebut 2 juara. Namun di akhir musim, Yamaha harus mengakui keunggulan Honda di klasemen konstruktor. Tim Garputala harus puas menempati posisi runner-up. Tapi di musim selanjutnya, atau 2003, semua pembalap Yamaha, yang memperkuat tim pabrikan atau satelit gagal juara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya